SN Media™ Ngawi – Melemahnya nilai tukar rupiah mulai berdampak pada sektor otomotif di Kabupaten Ngawi. Hasil observasi di sejumlah bengkel mobil, bengkel sepeda motor, dan toko suku cadang menunjukkan harga oli serta berbagai onderdil kendaraan mengalami kenaikan, apalagi dibarengi dengan kenaikan BBM Pertamax di bulan Juni 2026.
Pantauan di sejumlah bengkel di wilayah Kota Ngawi hingga kawasan pinggiran memperlihatkan aktivitas servis kendaraan masih berlangsung seperti biasa. Namun, konsumen terlihat lebih berhitung saat memutuskan perawatan kendaraan, terutama yang membutuhkan penggantian komponen dengan biaya cukup besar.Kenaikan harga paling terasa terjadi pada produk oli mesin. Di beberapa toko perlengkapan otomotif, label harga menunjukkan adanya penyesuaian pada hampir seluruh jenis oli yang beredar di pasaran. Besaran kenaikan bervariasi, mulai 20 hingga 30 persen dibanding beberapa bulan sebelumnya.
Oli standar yang sebelumnya dijual di kisaran Rp30 ribuan kini berada di sekitar Rp38 ribu per botol. Sementara oli kelas menengah yang sebelumnya berkisar Rp52 ribu kini menembus Rp75 ribu. Adapun oli premium yang sebelumnya sekitar Rp95 ribu kini mencapai Rp110 ribu per botol.
Selain oli, kenaikan harga juga terlihat pada sejumlah suku cadang yang umum digunakan masyarakat Ngawi untuk perawatan kendaraan harian. Komponen seperti busi, aki, hingga ban luar sepeda motor mengalami penyesuaian harga dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan pengamatan di toko onderdil, harga busi yang sebelumnya sekitar Rp20 ribu kini berada di kisaran Rp25 ribu.
Sedangkan ban luar sepeda motor jenis tubeless yang sebelumnya dijual sekitar Rp290 ribu kini mencapai Rp320 ribu per unit. Di sejumlah bengkel, kendaraan yang masuk untuk perawatan mayoritas hanya menjalani servis rutin. Penggantian oli masih menjadi pekerjaan yang paling sering dilakukan, sementara penggantian komponen lain cenderung lebih jarang dibanding sebelumnya.
Pun juga mendapati sejumlah pelanggan lebih banyak menanyakan harga terlebih dahulu sebelum memutuskan perbaikan. Beberapa memilih menunda penggantian komponen yang masih dianggap layak pakai agar pengeluaran tidak membengkak. Fenomena tersebut turut terlihat di sejumlah toko suku cadang di Ngawi.
Pembelian produk otomotif masih berjalan, namun konsumen cenderung membeli kebutuhan yang benar-benar diperlukan dan mengurangi pembelian komponen cadangan. Bagi masyarakat Ngawi yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk bekerja, berdagang, maupun aktivitas sehari-hari, kenaikan harga produk otomotif menjadi tambahan beban pengeluaran.
Terlebih, kendaraan roda dua masih menjadi moda transportasi utama bagi sebagian besar warga di berbagai kecamatan. Jika tren melemahnya rupiah masih berlanjut, harga oli dan onderdil kendaraan di Ngawi berpotensi kembali mengalami penyesuaian. Kondisi tersebut membuat biaya perawatan kendaraan diperkirakan akan semakin tinggi dalam beberapa bulan mendatang.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM
0 comments:
Posting Komentar
Terima-kasih atas partisipasi anda