SN Media™ Ngawi – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan secara simbolis bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat kepada warga Kabupaten Ngawi di Pendopo Wedya Graha. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sasaran, Jumat (05/06/2026).
Usai kegiatan, Khofifah menegaskan bahwa berbagai program yang disalurkan merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada kelompok rentan. “Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan perlindungan sosial sekaligus kesempatan meningkatkan taraf hidup melalui berbagai program pemberdayaan yang telah disiapkan,” ujarnya.Pun, dia menyebut, sejumlah program yang disalurkan meliputi Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), bantuan sosial bagi lanjut usia kurang mampu berusia di atas 70 tahun melalui PKH Plus, KIP Jawara, bantuan langsung tunai bagi buruh pabrik rokok yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), hingga zakat produktif bagi pelaku usaha ultra mikro.
Menurut Khofifah, program zakat produktif diarahkan kepada pelaku usaha kecil yang paling rentan terhadap praktik rente. Karena itu, ia meminta Dinas Sosial setempat segera melakukan pendataan agar pelaku usaha mikro yang memenuhi kriteria dapat memperoleh dukungan permodalan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Khofifah juga menyinggung program KIP Jawara yang ditujukan bagi keluarga dengan orang tua tunggal atau single parent yang kehilangan tulang punggung ekonomi keluarga. Program tersebut dapat diusulkan melalui mekanisme Musrenbang kabupaten agar penerima memperoleh akses bantuan secara tepat sasaran.
Selain menyerahkan bantuan sosial, gubernur turut menghadiri kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kepatihan Kabupaten Ngawi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
Saat meninjau pelaksanaan pasar murah, Khofifah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan. Menurutnya, pola serupa perlu terus diperkuat dan diterapkan secara berkelanjutan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
“Pasar murah ini adalah salah satu instrumen intervensi yang dilakukan pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat. Langkah seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan agar inflasi tetap terkendali dan ketahanan pangan masyarakat semakin kuat,” pungkas Khofifah.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM
0 comments:
Posting Komentar
Terima-kasih atas partisipasi anda