media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 04 Juli 2026

Home > > Kabupaten Ngawi Resmi Miliki Lima Pusaka, Kyai Parikesit Jadi Koleksi Terbaru

Kabupaten Ngawi Resmi Miliki Lima Pusaka, Kyai Parikesit Jadi Koleksi Terbaru

Kabupaten Ngawi Resmi Miliki Lima Pusaka, Kyai Parikesit Jadi Koleksi Terbaru

SN Media™ Ngawi – Ritual sakral Jamasan dan Kirab Pusaka menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 yang digelar di Pendopo Wedya Graha, dimulai pukul 19:00 WIB Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan diikuti jajaran Forkopimda, tokoh budaya, serta masyarakat, Sabtu (04/07/2026).

Peringatan tahun ini menjadi istimewa karena Pemerintah Kabupaten Ngawi menerima pusaka baru, Kyai Parikesit, yang diboyong langsung dari Sanggar Keris Mataram Yogyakarta. Dengan penambahan tersebut, Kabupaten Ngawi kini memiliki lima pusaka, yakni Tombak Kyai Singkir, Tombak Kyai Songgo Langit, Payung Tunggul Warono, Payung Tunggul Wulung, dan Kyai Parikesit sebagai pusaka terbaru. Turut mendampingi Bupati Ony dalam prosesi tersebut, Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko. Hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh budaya, serta pasukan kirab dari Keraton Surakarta yang menambah nuansa khidmat dalam pelaksanaan tradisi tahunan tersebut. 

Bupati Ony Anwar Harsono mengatakan, jamasan pusaka merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan setiap menjelang Hari Jadi Kabupaten Ngawi sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya sekaligus pengingat nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. 

"Tahun ini menjadi momentum yang istimewa karena Kabupaten Ngawi menerima tambahan pusaka baru, yaitu Kyai Parikesit. Pusaka ini memiliki filosofi sebagai sang pencari, atau dalam makna yang lebih modern dapat dimaknai sebagai seorang inovator yang selalu mampu menemukan solusi dalam menghadapi berbagai kemungkinan dan tantangan," ujar Ony usai prosesi. 

Dapat diinformasikan, seluruh pusaka dikirab mengelilingi pusat Kota Ngawi. Rute kirab dimulai dari Pendopo Wedya Graha melalui pintu timur, kemudian melintasi Jalan Teuku Umar, Jalan J.A. Suprapto, kawasan Tugu Alun-Alun, Jalan MH Thamrin, Jalan dr. Soetomo, Jalan Ronggowarsito, dan kembali ke Pendopo Wedya Graha melalui pintu barat. 

Ribuan warga tampak memadati sepanjang rute untuk menyaksikan tradisi budaya tersebut. Ony menjelaskan, rangkaian ritual tidak berhenti di pusat kota. Seluruh pusaka selanjutnya diboyong menuju Desa Ngawi Purba untuk diinapkan di balai desa setempat sebelum kembali dikirab menuju Gedong Pusaka. 

Tradisi boyong pusaka tersebut dilaksanakan setiap dua tahun sekali sebagai bagian dari pelestarian budaya Kabupaten Ngawi. 

"Jamasan pusaka merupakan kegiatan rutin dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668. Melalui penambahan pusaka Kyai Parikesit, kami berharap semangat inovasi terus tumbuh di tengah masyarakat. Filosofinya sederhana, yaitu selalu ada solusi dalam menghadapi setiap tantangan. Nilai inilah yang ingin terus kami wariskan melalui tradisi jamasan dan kirab pusaka," pungkas Ony. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Berita Terkait



0 comments:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda