SN Media™ Ngawi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ngawi memastikan pembangunan 260 titik penerangan jalan umum (PJU) tahun ini akan dilaksanakan melalui tender konvensional. Sebelumnya, pekerjaan tersebut direncanakan menggunakan metode minikom, namun mengalami perubahan setelah dilakukan penyesuaian struktur paket pekerjaan dan regulasi terbaru, Senin (28/09/2026).
Ratusan PJU tersebut akan tersebar di 26 lokasi yang telah ditetapkan sebagai titik prioritas. Pembangunan diarahkan untuk melengkapi penerangan pada ruas jalan yang menjadi akses pergerakan orang maupun barang, termasuk jalur menuju pusat ekonomi, pasar, kawasan wisata, serta wilayah yang membutuhkan penerangan tambahan.Kepala Dishub Kabupaten Ngawi Agus Sutopo mengatakan, penentuan lokasi pembangunan mempertimbangkan fungsi jalan dan tingkat kebutuhan masyarakat. Sejumlah kawasan yang memiliki potensi kerawanan kecelakaan maupun tindak kejahatan pada malam hari turut menjadi perhatian.
“PJU ini kami arahkan untuk melengkapi akses transportasi orang maupun barang. Termasuk jalan menuju pusat ekonomi, tempat wisata, serta daerah yang membutuhkan penerangan karena rawan kecelakaan maupun gangguan keamanan,” katanya.
Sementara hingga 2026, PJU yang telah terbangun baru sekitar 5 ribu titik. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar 9 ribu titik untuk memenuhi kebutuhan ideal penerangan jalan. Dalam RPJM hingga 2030, pemerintah daerah menargetkan penambahan sekitar 5 ribu titik PJU dari baseline 2025. Namun, realisasi pembangunan tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta prioritas pembangunan setiap tahun.
Untuk pembangunan 260 titik PJU pada 2026, Dishub Ngawi mendapat alokasi anggaran sekitar Rp4 miliar. Dengan perkiraan kebutuhan rata-rata sekitar Rp15 juta per titik, biaya pembangunan 260 titik secara hitungan mencapai sekitar Rp3,9 miliar. Besaran tersebut masih berada dalam pagu anggaran yang disiapkan untuk pekerjaan tahun ini.
Alokasi pembangunan pada tahun berikutnya masih akan melihat kondisi fiskal daerah. Jumlah titik yang dapat direalisasikan berpotensi berubah sesuai kemampuan anggaran dan kebijakan pembangunan yang ditetapkan pemerintah daerah.
Agus menyebutkan, pemenuhan kebutuhan PJU akan dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan ruas yang memiliki mobilitas tinggi serta berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan keselamatan pengguna jalan.
“Kalau untuk penambahan 5 ribu titik PJU sampai 2030, kelihatannya belum tercapai seluruhnya karena tetap harus menyesuaikan kondisi anggaran daerah,” pungkasnya.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM
0 comments:
Posting Komentar
Terima-kasih atas partisipasi anda