media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 09 September 2026

Home > > Disparpora Ngawi Evaluasi Pengawasan Kolam Renang Tawun Usai Insiden Anak Tenggelam

Disparpora Ngawi Evaluasi Pengawasan Kolam Renang Tawun Usai Insiden Anak Tenggelam

Disparpora Ngawi Evaluasi Pengawasan Kolam Renang Tawun Usai Insiden Anak Tenggelam

SN Media™ Ngawi – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi akan mengevaluasi penerapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan pengunjung di Taman Wisata Tawun. Langkah tersebut dilakukan menyusul insiden tenggelamnya anak berusia 9 tahun asal Desa Tempuran, Kecamatan Paron, di kolam renang dewasa pada Minggu (06/09/2026).

Evaluasi diarahkan untuk memperkuat pengawasan, penempatan petugas keselamatan, hingga pengaturan area kolam agar risiko kejadian serupa dapat ditekan. Pembenahan juga mencakup aspek sarana pendukung yang berkaitan langsung dengan keamanan pengunjung, terutama anak-anak. 

Kepala Disparpora Ngawi, Wiwien Purwaningsih, mengatakan pengelola selama ini telah menerapkan SOP keselamatan dengan menempatkan dua petugas lifeguard di kawasan kolam renang. Namun, pada saat kejadian, pengawasan menghadapi situasi berbeda karena bersamaan dengan pelaksanaan Pasar Jadul yang digelar setiap Minggu Legi. 

“Petugas yang ada harus mengawasi beberapa titik karena kegiatan pengunjung cukup ramai. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi agar pengawasan di area kolam tetap berjalan maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan petugas keselamatan menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan pengunjung mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan. Karena itu, penempatan personel akan ditinjau kembali berdasarkan tingkat keramaian dan karakter aktivitas di kawasan wisata. 

Selain jumlah dan posisi petugas, Disparpora juga menyiapkan langkah untuk memudahkan pengunjung mengenali petugas keselamatan. Personel nantinya akan menggunakan seragam khusus sehingga keberadaannya lebih mudah dibedakan dari pengunjung ketika berada di area wisata. 

Pembenahan juga diarahkan pada infrastruktur. Salah satu rencana yang disiapkan yakni memasang pagar pembatas antara kolam renang anak dan kolam dewasa. Pemisahan tersebut diharapkan dapat memperjelas batas area sekaligus membantu mencegah anak-anak memasuki kolam yang memiliki kedalaman berbeda. 

Wiwien menambahkan, evaluasi SOP keselamatan sebenarnya dilakukan secara berkala setiap tahun. Pembaruan dilakukan pada akhir tahun dengan mempertimbangkan kondisi operasional serta kebutuhan pengamanan di lokasi wisata. 

“Dengan adanya kejadian ini, penerapan SOP akan kami evaluasi kembali, termasuk penempatan personel, kepatuhan terhadap prosedur, penggunaan seragam petugas, serta dukungan infrastruktur agar keselamatan pengunjung menjadi perhatian utama,” pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

Pewarta: Asri
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Berita Terkait



0 comments:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda