media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 13 Oktober 2026

Home > > Padi Unggul di Ngawi Tembus 10,6 Ton per Hektare, Danrem Apresiasi Hasil Panen

Padi Unggul di Ngawi Tembus 10,6 Ton per Hektare, Danrem Apresiasi Hasil Panen

Padi Unggul di Ngawi Tembus 10,6 Ton per Hektare, Danrem Apresiasi Hasil Panen

SN Media™ Ngawi - Varietas padi unggul yang diuji coba di Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, mampu menghasilkan 10,6 ton gabah per hektare. Hasil ini melampaui varietas yang biasa ditanam petani, yakni sekitar 9,4 ton per hektare, Selasa (13/10/2026).

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto saat mengikuti panen raya di lokasi. Pengembangan varietas unggul dinilai membuka peluang meningkatkan produktivitas pertanian melalui inovasi yang sesuai dengan kondisi lahan. 

“Dari uji coba kedua ini, alhamdulillah hasilnya cukup menggembirakan. Varietas baru mampu menghasilkan 10,6 ton per hektare, sedangkan varietas lain yang biasa ditanam petani hanya sekitar 9,4 ton,” ungkapnya. ```html

Sementara itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyebut capaian tersebut sejalan dengan upaya mempertahankan produktivitas pertanian daerah. Kabupaten Ngawi telah mencatat produktivitas padi tertinggi secara nasional selama tiga tahun berturut-turut. 

“Ngawi menjadi kabupaten dengan produktivitas padi tertinggi nasional selama tiga tahun berturut-turut. Wilayah ini juga memiliki sekitar 22.000 titik sumur dalam di area persawahan,” terangnya. 

Dapat diinformasikan, selain dukungan sumber air, Ngawi memiliki sekitar 17.000 titik jaringan listrik yang menjangkau area persawahan. Infrastruktur tersebut turut menunjang kegiatan budidaya dan kebutuhan produksi pertanian. 

Meski demikian, pengembangan varietas baru masih perlu dilanjutkan untuk memastikan konsistensi hasil panen pada kondisi lahan berbeda. Kesesuaian varietas dengan karakteristik sawah dan kebutuhan budidaya menjadi pertimbangan sebelum diterapkan lebih luas. 

Peningkatan produktivitas juga perlu diimbangi dengan upaya menjaga kesuburan tanah. Penggunaan pupuk kimia sintetis secara terus-menerus tanpa pengelolaan yang tepat berisiko mengganggu keseimbangan unsur hara dan menurunkan kualitas lahan. 

Karena itu, pengembangan varietas unggul perlu berjalan beriringan dengan penerapan pertanian ramah lingkungan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga produktivitas sekaligus mempertahankan kesuburan lahan pertanian dalam jangka panjang. 

Ony menegaskan pentingnya menjaga kondisi tanah agar peningkatan produksi tidak mengabaikan keberlanjutan pertanian. 

“Ngawi mewajibkan penerapan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan untuk menjaga kesuburan tanah, sehingga produktivitas tetap terjaga dan kesejahteraan petani dapat meningkat,” pungkasnya. Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

Pewarta: Arw
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Berita Terkait



0 comments:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda