media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label SISI LAIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SISI LAIN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2022

Sejumlah Lembaga Dan Organisasi Profesi Di Ngawi Gelar Bukber Bersama Anak Yatim

Buka bersama Anak Yatim

SN-Media™ Ngawi-Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, utamanya pada bulan Ramadhan serta sepekan jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H, sejumllah lembaga maupun organisasi profesi di Ngawi menggelar buka bersama anak yatim dan dhuafa.

Bertempat di Kurnia Convention Hall, Faishol, Ketua DPC KAI kab. Ngawi mengatakan bahwa dalam gelar acara bukber bersama anak yatim dan dhuafa adalah agenda rutin tahunan guna meningkatkan solidaritas sosial masyarakat. 

Sementara kegiatan buka bersama, yang diinisiasi oleh DPC KAI (Kongres Advokat Indonesia) Kab.Ngawi, DPD LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) kab. Ngawi serta DPC LPK-RI (Lembaga Pemberdayaan Konsumen RI) kab. Ngawi, juga memberikan santunan dan bingkisan kepada anak yatim dan dhuafa. 

Ditempat yang sama, Ony Anwar Harsono, Bupati Ngawi yang turut menhhadiri acara bukber, sangat mengapresiasi karena kegiatan ini selaras dengan tujuan prioritas pengentasan kemiskinan oleh Pemkab Ngawi, yakni meringankan beban kemiskinan masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat serta mengurangi kantong-kantong kemiskinan. 

Pewarta: dAm
Editor : Kuncoro
Copyright : SNM


Minggu, 23 Januari 2022

Jaga Supplay-Demand Diposisi Aman, OPD Dan TPID Ngawi Harus Jalin Komintmen

Inflasi di Ngawi

SN-Media™ Ngawi-Menjaga momentum perekonomian yang tumbuh positif, sejumlah langkah diambil untuk mengendalikan inflasi, terutama kendala produksi dan distribusi yang ada di daerah.

Sri Widodo, Kabag Administrasi Perekonomian, Sekretariat Daerah Ngawi mengatakan, guna Menghadapi kemungkinan adanya inflasi, telah dilakukan upaya penyeimbangan antara gas dan rem dalam upaya pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi. 

Tambah Widodo, mendasar data dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah), untuk ketersediaan bahan pokok strategis baik demand dan supply masih dalam posisi aman. 

Memasuki tahun baru 2022, menyusul kenaikan harga komoditas beberapa bahan pokok, telah dilakukan evaluasi terhadap TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Ngawi, dengan melakukan koordinasi yang lebih baik lagi bersama BI (Bank Indonesia) sebagai tim pembina dalam menggali permasalahan serta isu- isu penting terkait inflasi yang mungkin timbul dari gejolak kenaikan harga kebutuhan barang pokok dan barang penting lainnya. 

“Jadi dengan meningkatkan pemahaman dan komitmen perangkat daerah dengan tim TPID Ngawi, maka pengendalian inflasi di Kabupaten Ngawi bisa terjaga,” kata Sri Widodo. 

Pewarta: TIM
Editor : Kuncoro
Copyright : SNM


Minggu, 04 Juli 2021

25 Tahun Mengais Rongsokan, Nenek Sumiati Bisa Berangkat Umroh

Berangkat Umroh

SINAR NGAWI™ Ngawi-Melepas lelah, nenek renta 66 tahun ini menyandarkan sepeda yang keranjangnya sudah penuh dengan barang bekas hasil mengais rongsokan hingga tengah hari, sebelum disetorkan ke pengepul untuk diuangkan.

Adalah Sumiati (66), warga Dusunl Nglencong, Desa Dempel kecamatan Geneng Ngawi, telah 25 tahun menjalani pekerjaan mencari barang bekas. Namun siapa sangka, hanya dengan bermodala barang rongsokan, ternyata telah mampu membawanya menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci. 

“Umrah dua kali, pada tahun 2017 dan tahun 2018 lalu,” kata nenek Sumiati dengan bahasa jawa halus.

Dari hasil yang didapat tiap hari, masih menurutnya, dari setiap hari tidak tentu, kadang Rp.30 ribu, kadang juga bisa sampai Rp.100 ribu. 

Sementara keinginannya untuk berangkat haji, karena kondisi pandemi Covid 19, belum bisa terwujud. 

Nenek yang tinggal seorang diri ini, juga mengharapkan, agar kondisi wabah Corona ini cepat berakhir dan bisa pulih seperti sediakala.  

Pewarta: sAy
Editor : Kuncoro
Copyright : SNM


Senin, 07 Juni 2021

Petugas IPJ Yang Bekerja Demi Kemanusiaan Dalam Menangani Jenazah Pasien Covid 19

Kamar jenazah RSUD dr. Soeroto Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Di Balik situasi pandemi yang berkepanjangan hingga saat ini, ternyata ada yang harus rela bekerja demi kemanusiaan, yakni petugas pemulasaraan jenazah korban Covid 19.

Kateni (53), petugas Intalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) RSUD dr Soeroto Ngawi mengatakan bahwa perawatan dan penanganan korban Covid 19, harus sesuai dengan prokes, dengan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, baik baju hamzat, maksker N92, masker bedah, serta apron. 

“Demi rasa kemanusiaan, kita harus berkerja sesuai aturan yang ditentukan dalam menangani jenazah korban Covid 19, meski kondisi kami panas dan berkeringat serta berpacu dengan waktu yang telah ditentukan” kata dia. 

Dalam melaksanakan tugas, masih menurutnya, untuk menangani jenazah pasien Covid 19 dilakukan harus secara layak sesuai tuntunan agama dan tetap menerapkan norma dan budaya, sebelum diberangkatkan untuk dimakamkan.

“Dalam setiap tindakan perawatan jenazah korban Covid 19, kita lakukan dokumentasi berupa foto, yang mana bila pihak keluarga menanyakan kesesuaian prosedur, maka kita bisa menunjukan bukti fotonya,” urainya. 

Kateni sendiri telah menekuni profesi kemanusiaan sebagai petugas IPJ tersebut, sudah lebih dari 15 tahun, dan berkat ketekunan dan kesabaran, mulai 2010 yang lalu, dirinya diangkat sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara).  

Pewarta: sAy
Editor : Kuncoro
Copyright : SNM


Sabtu, 15 Mei 2021

Jelang Akhir Larangan Mudik, Kios Pedagang Terminal Kertonegoro Ngawi Masih Tutup

Kios Pedagang Terminal Kertonegoro Ngawi Masih Tutup

SINAR NGAWI™ Ngawi-Jelang berakhirnya pembatasan mobilisasi masyarakat mudik lebaran 1442 H, yang diterapkan pada 6-17 Mei 2021, kondisi Terminal Kertonegoro Ngawi belum nampak aktivitas yang signifikan.

Suparmi, pedagang makanan dan minuman yang menempati kios area ruang tunggu penumpang Terminal Kertonegoro, menyampaikan keluh kesahnya, dan berharap pandemi Covid 19 segera berakhir. 

“Semoga saja setelah berakhirnya larangan mudik ini, jumlah penumpang di Terminal Kertonegoro segera normal kembali,” pintanya. Sementara, Hendri Kurnia, penjual tiket juga mengaku peniadaan mudik, berakibat pada penurunan omzet yang drastis, bahkan nyaris tidak ada pemasukan. 

“Meski begitu, sudah ada pemesanan tiket, untuk keberangkatan setelah habis masa larangan mudik , “ terang dia. 

Harapnya, adanya bantuan dari Pemerintah atau aturan mudik yang diperlonggar sehingga pemudik bisa memanfaatkan jasa tiket. 

Terpisah, Ali Imron Hariyadi, Kepala UPT Terminal kertonegoro Ngawi mengatakan bahwa pada peniadaan mudik kali ini, tidak ada pemberangkatan bus dari terminal Kertonegoro, yang ada hanya bus berbarcode khusus yang melintas tanpa berhenti di terminal. 

Aktivitas penjualan tiket tetap dilayani meskipun tidak banyak, serta pelayanan permintaan tes GeNose kepada calon penumpang, berlaku hanya 3 hari secara gratis. 

“Namun demikian pihak Terminal Kertonegoro masih menunggu instruksi dari Pemerintah untuk kelanjutan transportasi di Terminal Kertonegoro selanjutnya,” kata Imron, sapaan akrabnya.  

Pewarta: sAy
Editor : Kuncoro
Copyright : SNM


Kamis, 22 April 2021

Tri Rahayu, Driver Ojek Online Yang Mengagumi Perjuangan RA Kartini

Berita Hari Kartini

SINAR NGAWI™ Ngawi-Berkat perjuangan RA. Kartini, maka kesetaraan gender bisa terwujud di Indonesia.Dengan demikian, kesempatan maju dan berkembang bagi kaum perempuan makin terbuka lebar.

Dalam kondisi sulit, akibat krisis kesehatan pada masa pandemi Covid 19, keterpurukan segala lini kehidupan makin terasa, utamanya masalah perekonomian. Beruntung, kini perempuan bisa melakukan pekerjaan dalam membatu perekonomian keluarga. 

Tri Rahayu (35), driver ojol (ojek online) mengatakan, dalam memperingati hari Kartini tahun ini, dirinya menganggap seorang wanita harus bisa bekerja kerja dan mandiri, dan mempunyai kesempatan yang sama seperti pria dan ini adalah hasil dari perjuangan RA Kartini. 

“Tentu ada batasan yang harus kita jalankan guna menjaga harkat dan martabat wanita,” pesan dia. 

Driver ojol yang sering mangkal di gasebo taman pintar Ngawi ini, mengaku dalam kondisi pandemi Covid 19, dirinya mengalami penurunan pendapatan yang drastis. 

“Sebelum terjadi pandemi, perhari bisa mencapai Rp. 300 ribuan, namun saat ini hanya Rp. 100 ribuan saja, namun saya tetap bersyukur,” katanya. 

Disinggung suka duka yang dialami selama menjadi driver ojol, diantaranya pernah mendapat cancel pesanan makanan yang sudah terlanjur dibelinya, untung saja nominalnya tidak banyak dan akhirnya dinikmati sendiri. 

“Sukanya adalah dirinya bersyukur solidaritas di antara sesama driver ojol sangat tinggi, yaitu sering dirinya mendapat bantuan ketika membutuhkan,” pungkasnya.  

Pewarta: sAy
Editor : Kuncoro
Copyright : SNM


Kamis, 04 Juni 2020

Menuju New Normal, Pedagang Dan Pengunjung Pasar Wajib Pakai Face Shield

Pusat  Pemberitaan KODAM  V/BRAWIJAYA

SINAR NGAWI™ Surabaya-Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Fadil Imran meninjau kondisi pasar tradisional yang berada di Desa Suci, Kecamatan Manyar. Kabupaten Gresik.

Peninjauan itu, dilakukan dalam rangka monitoring masa transisi dari PSBB menuju tahap new normal.

“Semuanya, baik pedagang ataupun pengunjung, wajib menggunkana face shield,” jelas Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Kolonel Arm Imam Haryadi.

Tambahnya, Penggunaan face shield merupakan salah satu alternatif yang harus diikuti oleh masyarakat selama pemberlakukan new normal mendatang.

Selain meninjau kondisi pasar tradisional, Forkopimda Jatim itu juga menggelar kunjungannya PT KAS, salah satu perusahaan yang memiliki ribuan karyawan.

Tidak hanya itu, selama berada di Kabupaten Gresik, kunjungan juga digelar di salah satu Kampung Tangguh Semeru yang berada di Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo.

“Semuanya terlindungi, sehingga dalam beraktifitas tetap berjalan dan aman,” pungkasnya
Pusat Pemberitaan KODAM V/BRAWIJAYA
Editor: Kuncoro