PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Sabtu, 07 April 2012

Home > > Hadiri Hajatan: pulahan warga keracunan, 1 tewas

Hadiri Hajatan: pulahan warga keracunan, 1 tewas

| NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | tentang |Puluhan warga di Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi mengalami keracunan makanan dan satu orang meninggal, Sabtu (7/4). Keracunan massal ini untuk sementara diduga akibat para warga makan soto dan makanan lainya saat menghadiri hajatan selamatan dirumah Sukardi sebagai Kepala Dusun Kenongorejo.

Sebanyak 18 orang diantaranya terpaksa dibawa Puskesmas Bringin untuk menjalani rawat inap dan 48 orang lainya oleh dokter puskesmas setempat dinyatakan rawat jalan.

Menurut salah satu petugas Puskesmas Bringin pada umumnya para pasien mengalami gejala muntah, mual, panas dan berak sehingga diperlukan penanganan medis secepatnya.

Dari data yang dihimpun dari Puskesmas Bringin menyebutkan, keracunan massal tersebut mulai dirasakan warga sekitar pukul 10.00 WIB pada Kamis malam (4/4). Saat itu Sati (30 th) warga Dusun Bareng, Desa Kenongo Rejo mengalami mual dan muntah secara terus menerus disusul diare. Setelah kondisi Sati terus memburuk pihak keluarga akhirnya malam itu membawanya ke UGD Puskesmas Bringin.

“Sebelumnya saya ini menghadiri hajatan di rumahnya Sukardi, Kepala Dusun Kenongorejo yang saat itu sedang ada acara selamatan cucunya yang baru berusia tiga bulan namun, selang dua jam kepala saya pusing dan mual-mual,” terang Sati. Tidak berselang lama warga lainya menyusul mengalami keluhan seperti yang dialamai Sati. Satu persatu warga yang ada di Dusun Pule dan Dusun Bareng dilarikan ke Puskesmas Bringin untuk mendapatkan pertolongan.

Dengan peristiwa tersebut mendasar informasi yang ada tim gerak cepat dari Puskesmas Bringin yang terdiri surveylence, P2P, perawat dan petugas sanitasi langsung meluncur ke Desa Kenongorejo.

Tim gerak cepat Puskesmas Bringin terbagi dua, sebagian petugas membuka Posko pelayanan kesehatan dirumah Kepala Dusun Kenongo Rejo, Sukardi, dan petugas lainya mengambil sample makanan dirumahnya Sukri untuk di uji dilaboratorium.

Akan tetapi sampai saat ini hasil dari pemeriksaan laboratorium dari Puskesmas Bringin terhadap sample makanan yang diambil dari rumah Sukri belum diketahui secara persis zat apa yang terkandung.

Sampai berita ini diturunkan pasien terus saja bertambah dengan gejala yang sama sehingga ruang rawat inap yang ada di puskesmas tersebut tidak mampu menampung pasien lainya dengan terpaksa ada beberapa pasien terlihat harus dirawat diruang administrasi Puskesmas Bringin.

Dari kejadian keracunan massal ini yang menyisakan duka cukup mendalam dari keluarga Sukri dari Dusun Bareng, selain kehilangan salah satu putrinya Siti Alfiah(13) yang meninggal pada Jum’at kemarin dan saat ini ditambah istrinya yakni Sariyem (45 th) dan kedua anaknya Sunarti (16 th) dan Mochamad Muklis (9 th) juga dilarikan ke Puskesmas Bringin dengan gejala yang sama yakni mual dan muntah disertai berak.

Sementara Sukardi Kepala Dusun Kenongo Rejo yang punya hajatan menjelaskan pihaknya tidak mengetahui secara persis penyebab warganya keracunan massal. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda