PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Kamis, 03 Juli 2014

Home > > Ditinggal Nenek Buang Hajat, Balita 5 Tahun Ditemukan Mengambang Di Sungai

Ditinggal Nenek Buang Hajat, Balita 5 Tahun Ditemukan Mengambang Di Sungai

Luapan sungai madiun dan bengawan solo

KARANGJATI™ Ginah, Nenek 50 tahun, warga Desa Brangol, Karangjati- Ngawi tak menyangka bakal kehilangan cucunya. Berawal sekitar pukul 10.00 WIB, saat dirinya habis buang hajat, Widodo balita 5 tahun yang tengah asyik bermain sendiri, tiba-tiba tak nampak batang hidungnya. Dengan dibantu warga sekitar akhirnya korban ditemukan tewas mengambang di sungai, (03/7)

“Saya di suruh neneknya mencari korban ternyata sudah mengambang di sungai langsung saya berikan pertolongan namun korban sudah tewas korban langsung saya angkat bersama warga ke rumahnya,” terang Teguh Dwi Prasetyo salah satu tetangga korban.

Menurutnya, selama ini Widodo yang merupakan putra semata wayang dari Pariyem memang tinggal serumah dengan neneknya Ginah. Sedangkan Pariyem yang sudah menjanda ini tengah merantau ke Surabaya sebagai pembantu rumah tangga.

“Bocah itu memang diasuh oleh neneknya selain itu juga pamanya Parno, saat kejadian kondisi rumah sepi dan Parno sendiri sedang ke sawah,” jelasnya lagi.

Sementara Pariyem sendiri hingga berita ini diturunkan belum mengetahui kalau putra semata wayangnya telah tewas. Memang sebagai janda yang hidupnya pas-pasan membuat Pariyem meninggalkan Widodo demi menafkahi hidupnya.

AKP Budi Cahyono Kapolsek Karangjati saat dikonfirmasi mengatakan berdasarkan olah TKP korban tewas murni karena kecelakaan.

“Sesuai visum ditempat korban memang meninggal akibat tenggelam disungai yang dibuktikan tidak ada tanda-tanda lainya seperti penganiayaan,” kata Kapolsek Karangjati.

Sementara, siang itu juga korban langsung dimakamkan di TPU terdekat sesuai permintaan keluarga. Harap AKP Budi Cahyono, terhadap semua pihak terutama orang tua harus ekstra hati-hati dalam mengasuh bocah balita.

“Peristiwa seperti itu menjadikan pelajaran kita semua betapa pentingnya pengawasan terhadap bocah apalagi masih balita,” ungkapnya.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda