PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 19 Desember 2014

Home > > Pemkab Ngawi Lombakan Olahan Makanan Berbahan Non Beras

Pemkab Ngawi Lombakan Olahan Makanan Berbahan Non Beras

berita terkait  program diversifikasi pangan

NGAWI™ Seiring pertambahan penduduk serta makin tingginya tingkan konsumsi beras, kedepan bisa dipastikan terjadi kerawanan ketahanan pangan. Pemerintah Kabupaten Ngawi lewat Badan Ketahanan Pangan (BKP), reaktualisasikan diversifikasi pangan, dengan menggelar lomba olahan berbahan non beras. Siswanto Sekda setempat berharap kedepannya makanan non beras ini bisa diterima masyarakat.

“Lomba ini sangat besar harapanya bagi semua masyarakat khususnya untuk mensosialisasikan panganan non beras maupun non terigu. Jadi lomba yang diadakan BKP ini jangan dilihat siapa yang menang melainkan bagaimana menciptakan kreasi makanan berbahan dasar lokal,” terangnya, (18/12).

Dijelaskan, makanan non beras yang didalamnya kaya akan sumber karbohidrat dapat diolah menjadi makanan yang menggugah selera. Karbohidrat sendiri dapat di¬per¬oleh dari beras, singkong, jagung dan tanaman umbi-um¬bian. Di Indonesia me¬mang lebih familier dengan beras sehingga komoditi non beras kurang begitu di¬ge¬mari. Singkong dan jagung lebih banyak diolah menjadi kudapan ringan ketimbang makanan pokok.

“Jadi dengan dasar itulah diharapkan kita berpikir untuk segera beralih jenis makanan yang berbahan non beras. Manfaatnya memang sangat luar biasa terutama bisa mendongkrak harga bahan makanan non beras seperti ketela maupun jagung,” kata Siswanto.

Sementara Slamet Purwono Kepala BKP Kabupaten Ngawi menerangkan, lomba bertajuk pangan olahan non beras yang digelar di halaman Kantor Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi Kota, tujuan dasarnya untuk mengeksplor makanan non beras yang kurang familier di tengah masyarakat.

Lomba tersebut di ikuti 32 peserta dari 19 wilayah kecamatan yang ada terdiri 19 kelompok dari penggerak PKK, 6 kelompok dari wanita tani dan ditambah 7 kelompok dari pengrajin pangan olahan.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda