PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 18 Januari 2017

Home > > ADD Turun 12 Persen, Desa Pandean Dipastikan Terima DD hampir 1 M

ADD Turun 12 Persen, Desa Pandean Dipastikan Terima DD hampir 1 M

Besaran perdesa di Ngawi untuk penerima DD

SINAR NGAWI™ Ngawi-Imbas pemangkasan 13% baik berupa DAU maupun DAK, ternyata berdampak pada penerimaan pendapatan desa di Ngawi. Untuk Anggaran Dana Desa (ADD) di tahun 2017 ini mengalami penurunan hingga Rp 13 miliar. Namun, kata Arif Syaifudin Kasi Pembangunan Bidang Pemdes Dinas PMD Ngawi, untuk pagu divinitif Dana Desa (DD) untuk 213 desa justru mengalami kenaikan.

“Dan benar jika tahun ini ada penurunan tetapi sisi lain untuk dana desa (DD-red) malah naik cukup besar,” terang Arif Syaifudin, Selasa kemarin, (17/01).
Tambahnya, jika total ADD tahun 2016 lalu sebesar Rp 126 miliar lebih tetapi untuk tahun ini hanya berkisar Rp 113 miliar lebih.

Pemangkasan anggaran yang masuk ke desa tersebut merupakan bentuk konsekuensi pemerintah daerah dari pusat. Meski demikian nilai ADD yang diterima masing-masing desa sesuai formulasi persentase masih berkisar Rp 500 juta.

Sedang mengenai DD, ada kenaikan sebesar Rp 38 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 139 miliar dan kini totalnya mencapai Rp 177 miliar lebih.
Lebih lanjut, DD yang digelontorkan ke desa di wilayah Ngawi memang ada nilainya yang nyaris Rp 1 miliar.

Nilai terbesar itu dipastikan akan diterima Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, sebesar Rp 990 juta dan nilai terkecil akan didapat Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, sebesar Rp 774 juta.

Lebih lanjut terangnya lagi, besar kecilnya DD diterima desa tetap fokus mendasar variabelnya dan dialokasikan dengan memerhatikan jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah, dan tingkat kesulitan geografis.

Serta mendasar PP Nomor 60 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 22 Tahun 2015, prioritas penggunaan DD diarahkan untuk pembangunan sarana insfrastruktur desa.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda

 
close
Banner iklan disini