iklan

Iklan Hari Jadi Ngawi 666
media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.
Custom Search

Kamis, 13 Juni 2024

Home > > Total Rp 350 Juta, Pemkab Ngawi Beri Reward Bagi Desa Yang Tepat Waktu Lunas PBB

Total Rp 350 Juta, Pemkab Ngawi Beri Reward Bagi Desa Yang Tepat Waktu Lunas PBB

Total Rp 350 Juta, Pemkab Ngawi Beri Reward Bagi Desa Yang Tepat Waktu  Lunas PBB

SN-Media™ Ngawi-Ada beberapa macam pajak daerah, namun Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Badan Keuangan (Bakeu), menganggarkan reward khusus untuk pelunasan lebih awal atas Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan atau PBB-P2 yang totalnya mencapai Rp 350 juta pada tahun 2024 bagi Pemerintah desa maupun kelurahan.

Kabid Pendapatan Bakeu setempat Ahkmad Arwan menjelaskan, pemberian reward yang totalnya sebesar Rp 350 juta tersebut akan diprosentasekan mendasar pelunasan sebelum jatuh tempo atau paling akhir 30 September, dengan menerapkan variable tertentu, yang mana semakin lunas lebih awal semakin besar rewardnya .

“Jadi besarannya reward ditentukan antara tiga sampai tujuh persen dari pagu PBB desa, dan makin awal pelunasannya maka makin besar pula prosentasenya,” terang dia, Kamis (13/06/2024). 

Lebih lanjut diutarakan, bahwa pihaknya setiap tahunnya selalu memotivasi pemerintah desa dengan memberikan penghargaan, agar pembayaran PBB bisa lunas lebih awal. 

“Kemungkinan pada perubahan nanti, akan ada penambahan sebesar lima puluh juta rupiah,” katanya. 

Dapat diinformasikan, hingga pertengahan Tahun 2024 (Juni), dari 4 kelurahan serta 213 desa yang menyebar di 19 Kecamatan di Ngawi, baru ada 6 desa yang telah lunas PBB, diantaranya Desa Sukowiyono Kecamatan Padas, Desa Umbulrejo Kecamatan Jogorogo, Desa Campurasri dan Desa Rejuno Kecamatan Karngjati serta terakhir Desa Wonokerto Kecamatan Kedunggalar. 

Sedangkan untuk desa yang lunas PBB tahun 2023 lalu, tekonfirmasi ada sebanyak 120 desa, dan sisanya lagi masih menunggak pajaknya. 

“Masing-masing desa yang masih menunggak mempunyai permasalahan sendiri-sendir, yang paling umum adalah WP (wajib pajak)  tidak ada ditempat atau susah dihubungi,” pungkasnya. 

Simak Berita Menarik Lainnya di: Google News dan Chanel Whatsapp  

Pewarta: Asri
Editor : Asy
Foto : Dok SNM
Copyright : SNM


Berita Terkait



0 comments:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda