media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 21 Februari 2026

Home > > Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi Kumpulkan Data Awal Dugaan Situs Candi

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi Kumpulkan Data Awal Dugaan Situs Candi

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi Kumpulkan Data Awal Dugaan Situs Candi

SN-Media™ Ngawi - Viral di media sosial, warganet membicarakan temuan yang ditengarai sebagai bangunan candi di kawasan hutan jati Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi. Informasi itu cepat menyebar dan memantik perhatian publik setempat.

Menindaklanjuti kabar tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi bergerak melakukan pengumpulan data awal di lapangan. Hasil penelusuran sementara akan segera dilaporkan kepada Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi, Kabul Tunggul Winarno, menegaskan bahwa temuan itu baru sebatas laporan lisan masyarakat. Pihaknya tengah menyiapkan laporan tertulis sebagai dasar kajian lanjutan oleh pihak berwenang. 

“Penetapan status apakah lokasi tersebut benar merupakan peninggalan sejarah, cagar budaya, atau bentuk lain, sepenuhnya menjadi kewenangan Tim Ahli Cagar Budaya tingkat provinsi, setelah melalui verifikasi dan penelitian mendalam,” ujar Kabul, saat dikonfirmasi by phone, Sabtu (21/02/2026). 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, reruntuhan itu berada di atas perbukitan kapur rangkaian Pegunungan Kendeng, kawasan hutan milik Perhutani. Lokasinya cukup terpencil dan dikelilingi vegetasi jati yang tumbuh rapat. 

Di sekitar titik temuan, tampak berserakan fragmen batu kapur atau limestones dengan sisi relatif simetris dan sebagian berlumut. Walau tidak lagi utuh, sejumlah bongkahan menunjukkan pahatan yang diduga memiliki nilai artistik. 

Beberapa pecahan batu memperlihatkan relief menyerupai figur manusia, ornamen dekoratif, hingga bagian patung yang diidentifikasi warga sebagai Dewa Siwa. Namun, identifikasi tersebut masih menunggu kajian resmi para ahli. 

“Bagi masyarakat diimbau masyarakat tetap menjaga lokasi dan tidak melakukan pengambilan ataupun perusakan material yang ada. Langkah itu penting agar proses penelitian berjalan tertib dan temuan tetap terpelihara,” pungkas Kabul.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: dAm
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Berita Terkait



0 comments:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda