SN-Media™ Ngawi - Sejumlah kios di Pasar Besar Ngawi ditengarai tidak beroperasi sebagaimana mestinya. Fasilitas yang sempat diresmikan Presiden pada akhir 2021 itu kini didapati beralih fungsi menjadi gudang penyimpanan ketimbang buka berjualan oleh pemiliknya.
Fenomena tersebut memantik perhatian pemerintah daerah yang menilai pemanfaatan kios belum maksimal. Padahal, pasar yang dibangun megah itu diharapkan menjadi sentra perdagangan rakyat sekaligus penggerak perekonomian lokal.Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi mengakui kondisi tersebut telah berlangsung beberapa waktu. Pihak dinas menyebut sebagian pemilik kios memilih menggunakan ruang dagang sebagai tempat penyimpanan barang dagangan.
Kepala dinas setempat, Kusumawati Nilam Sulandrianingrum, menjelaskan pihaknya sebenarnya telah berulang kali menggelar sosialisasi kepada pedagang. Imbauan itu menekankan pentingnya membuka kios agar aktivitas jual beli tetap berjalan sesuai tujuan pembangunan pasar.
“Penggunaan kios sebagai gudang memang tidak sepenuhnya ditutup, tetapi dinilai belum mendukung geliat perdagangan. Ia menilai keberadaan kios aktif sangat berpengaruh terhadap kenyamanan pengunjung serta perputaran ekonomi pedagang,” ungkap Nilam beberapa hari yang lalu.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama paguyuban pedagang berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan kios. Pendataan kembali akan dilakukan guna memastikan kios yang masih tertutup dapat difungsikan sebagaimana mestinya.
Upaya pembenahan dilakukan dengan menelusuri kepemilikan kios yang belum dimanfaatkan secara optimal. Jika ditemukan unit yang kosong, dinas berencana menawarkannya kepada pedagang lain agar menumbuhkan peluang usaha baru.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga dinamika perdagangan di Pasar Besar Ngawi. Pemerintah berharap penambahan pedagang dapat meningkatkan variasi komoditas serta mendatangkan lebih banyak pengunjung.
Berdasarkan data yang terkonfirmasi, jumlah kios dan los di pasar tersebut mencapai lebih dari seribu unit. Dari total tersebut, sekitar sembilan ratus unit telah beroperasi sesuai fungsi sebagai tempat berdagang.
Sementara itu, sisanya tercatat masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Beberapa kios dilaporkan dalam kondisi tutup, sedangkan sebagian lainnya dialihfungsikan menjadi gudang penyimpanan barang dagangan pedagang.
Pemerintah daerah menegaskan akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap pemanfaatan fasilitas pasar. Pendekatan persuasif tetap dikedepankan agar pedagang bersedia mengaktifkan kembali kios yang dimiliki.
Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News
Pewarta: dAm
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM
0 comments:
Posting Komentar
Terima-kasih atas partisipasi anda