media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 20 Maret 2026

Home > > Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Layanan Kesehatan Mata Ramah Disabilitas di Ngawi

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Layanan Kesehatan Mata Ramah Disabilitas di Ngawi

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Layanan Kesehatan Mata Ramah Disabilitas di Ngawi

SN-Media™ Ngawi - Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi bersama Yayasan Para Mitra Indonesia melalui Program Inklusif System Effective for Eye Care (I-SEE) menggelar pertemuan strategis guna merumuskan layanan kesehatan mata inklusif yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi menjadi langkah konkret memperluas akses pelayanan kesehatan mata, khususnya bagi kelompok rentan termasuk penyandang disabilitas agar memperoleh layanan yang setara dan berkeadilan. 

Pertemuan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya organisasi disabilitas seperti Pertuni, Gerkatin, dan WIDI, Dinas Sosial, serta perwakilan fasilitas kesehatan yakni RSUD dr. Soeroto Ngawi, RS Widodo, Puskesmas Sine, dan Puskesmas Karangjati. 

Project Manager Program I-SEE Yayasan Para Mitra Indonesia, Marsudi, menegaskan bahwa pembangunan layanan kesehatan mata inklusif harus melibatkan kelompok disabilitas secara aktif sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. 

“Layanan inklusif tidak cukup hanya dari sisi fasilitas, tetapi harus membuka ruang partisipasi disabilitas dalam setiap proses agar sistem yang dibangun tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Marsudi, Selasa (17/03/2026). 

Ia menambahkan, pihaknya mendorong kesepakatan terkait alur rujukan rehabilitasi penglihatan yang terintegrasi, sehingga pasien tetap mendapatkan pendampingan berkelanjutan setelah penanganan medis selesai. 

“Ke depan, kami berharap seluruh fasilitas kesehatan di Ngawi mampu memberikan layanan yang aksesibel, sehingga tidak ada warga yang kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan mata,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Ngawi, Suhadi Nanang Sucipto, mengapresiasi dukungan Program I-SEE yang dinilai mampu memperkuat kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan audit aksesibilitas layanan. 

"Pelayanan kesehatan mata tidak hanya berorientasi pada tindakan medis semata, tetapi harus dibangun dalam sistem berkelanjutan agar seluruh warga dapat mengakses layanan tanpa hambatan fisik maupun sensorik," jelas Nanang.

Sementara, dalam sesi pemaparan, Yayasan Para Mitra Indonesia menyampaikan kerangka layanan kesehatan mata yang mencakup aspek promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif guna memastikan pelayanan berjalan secara menyeluruh. 

Sebagai tindak lanjut, para pihak menjadwalkan pertemuan lanjutan pada Kuartal II tahun 2026 guna membahas rancangan kerja sama antara rumah sakit dan organisasi disabilitas dalam memperkuat sistem rujukan rehabilitasi sosial.

Langkah ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi Kabupaten Ngawi dalam mewujudkan layanan kesehatan inklusif yang tidak meninggalkan siapa pun serta menjadi contoh bagi daerah lain.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: dAm
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Berita Terkait



0 comments:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda