SN Media™ Ngawi - Memasuki Maret hingga April 2026, warga Jawa Timur dihadapkan pada masa pancaroba, fase peralihan musim yang kerap memunculkan cuaca tak menentu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kemarau datang lebih awal dengan kondisi lebih kering.
Sebelum kemarau benar-benar tiba, perubahan atmosfer pada masa pancaroba membuat kondisi langit kerap berubah cepat. Pagi bisa terasa terik, namun sore hari mendadak diguyur hujan deras disertai angin kencang bahkan badai.Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi, Partoyo, menyampaikan bahwa periode pancaroba perlu dicermati serius oleh masyarakat. Ia menilai, dinamika cuaca yang ekstrem dalam waktu singkat berpotensi menimbulkan gangguan hingga risiko kebencanaan di sejumlah wilayah.
“Hujan lebat berdurasi singkat kerap terjadi dan memicu genangan, terutama di jalur protokol. Selain itu, angin kencang hingga puting beliung juga rawan muncul tiba-tiba, dengan sasaran utama bangunan semi permanen,” ujar Partoyo, Kamis (02/04/2026).
Dia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dengan mulai memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Warga diminta memangkas ranting pohon rapuh, menguatkan atap rumah, serta menghindari aktivitas luar ruang saat cuaca mulai berubah drastis.
“Selain hujan dan angin, ancaman lain yang patut diantisipasi adalah sambaran petir. Warga diingatkan tidak berteduh di bawah pohon atau berada di area terbuka saat hujan turun demi menghindari risiko yang tidak diinginkan,” sambungnya.
Fenomena hujan es juga sesekali muncul saat pancaroba. Meski tidak berlangsung lama, kejadian ini berpotensi merusak atap rumah, kendaraan, hingga tanaman warga, sehingga kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.
“Dengan kondisi tersebut, masyarakat diharapkan lebih sigap membaca perubahan cuaca. Terlebih, kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dan kering akibat pengaruh El NiƱo, sehingga kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci utama,” pungkasnya.
Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News
Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : ilustrasi SNm
*** : ----
Copyright : SNM
0 comments:
Posting Komentar
Terima-kasih atas partisipasi anda