media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 15 April 2026

Home > > Dinkes Ngawi Kirim 20 Sampel Suspek Campak ke Surabaya, Status Masih Menunggu Hasil Laboratorium

Dinkes Ngawi Kirim 20 Sampel Suspek Campak ke Surabaya, Status Masih Menunggu Hasil Laboratorium

Dinkes Ngawi Kirim 20 Sampel Suspek Campak ke Surabaya, Status Masih Menunggu Hasil Laboratorium

SN Media™ Ngawi – Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi memastikan penanganan dugaan kasus campak terus berjalan. Hingga pertengahan April 2025, sebanyak 20 sampel dari pasien suspek telah dikirim untuk uji laboratorium lanjutan.

Pengiriman spesimen tersebut dilakukan ke Surabaya melalui Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK). Langkah ini ditempuh guna memastikan apakah kasus yang ditemukan benar merupakan campak atau bukan. 

Tim Kerja Imunisasi dan Surveilans Dinkes Ngawi, Daut Setyowahono, menjelaskan bahwa peningkatan kewaspadaan dilakukan menyusul adanya perkembangan kasus campak di sejumlah daerah di Jawa Timur belakangan ini. 

“Setiap temuan gejala klinis yang mengarah pada campak langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi lapangan. Petugas kemudian mengambil spesimen pasien sebagai bahan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut,” jelasnya, Rabu (15/04/2026). 

Menurutnya, seluruh sampel yang telah dikirim masih berstatus pending. Proses pemeriksaan laboratorium membutuhkan waktu untuk memastikan validitas hasil secara menyeluruh. 

Daut menambahkan, langkah surveilans tidak hanya berhenti pada pengambilan sampel. Dinas Kesehatan juga terus memantau perkembangan kasus secara berkala melalui jaringan fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat bawah. 

“Sebagai upaya pencegahan, Dinkes Ngawi mengintensifkan program imunisasi kejar. Program ini menyasar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap sesuai dengan usia yang dianjurkan pemerintah,” imbuhnya. 

Pun ia memastikan, bahwa petugas kesehatan di puskesmas turut melakukan skrining dan pendataan. Langkah ini bertujuan mengidentifikasi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap agar segera diberikan perlindungan. 

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan. Warga diimbau lebih waspada terhadap gejala campak seperti demam, ruam, dan gangguan pernapasan ringan yang kerap muncul pada tahap awal. 

“Dengan langkah terpadu mulai dari surveilans, pemeriksaan laboratorium hingga imunisasi, Dinkes Ngawi berharap potensi penyebaran campak dapat ditekan sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa,” pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Berita Terkait



0 comments:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda