media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 11 Mei 2026

Home > > Dinkes Ngawi Pastikan Enam Petani Terinfeksi Leptospirosis Kini Telah Sembuh

Dinkes Ngawi Pastikan Enam Petani Terinfeksi Leptospirosis Kini Telah Sembuh

Dinkes Ngawi Pastikan Enam Petani Terinfeksi Leptospirosis Kini Telah Sembuh

SN Media™ Ngawi – Penyakit leptospirosis sempat ditemukan merambah sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi selama awal hingga Mei 2026. Dinas Kesehatan setempat mencatat enam warga terinfeksi penyakit akibat bakteri leptospira, namun seluruh pasien kini dinyatakan sembuh setelah menjalani penanganan medis intensif.

Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, dr. Heri Nur Fachrudin, menyampaikan seluruh penderita yang tercatat merupakan petani aktif. Penularan diduga terjadi saat bekerja di area persawahan tanpa perlindungan memadai, terutama ketika terdapat luka terbuka pada bagian kaki maupun tangan. 

Menurut Heri, bakteri leptospira berasal dari urine tikus yang mencemari genangan air sawah. Kondisi area pertanian yang lembap serta populasi tikus cukup tinggi membuat potensi penyebaran penyakit tersebut perlu diwaspadai masyarakat, khususnya petani yang rutin beraktivitas di sawah. 

“Gejala awal leptospirosis kerap menyerupai penyakit biasa. Penderita umumnya mengalami panas mendadak, nyeri otot pada bagian paha dan betis, disertai rasa mual yang sering dianggap sekadar kelelahan setelah bekerja,” terang Heri, Senin (11/05/2026). 

Ia kembali mengingatkan, bila tidak segera ditangani menggunakan antibiotik khusus, infeksi leptospira dapat berkembang menjadi lebih serius. Kondisi paling berat biasanya ditandai perubahan warna kekuningan pada mata akibat gangguan organ tubuh, terutama fungsi ginjal yang mulai mengalami penurunan. 

Dinas Kesehatan Ngawi memastikan keenam pasien tersebut telah melewati masa perawatan dan saat ini berada dalam kondisi sehat. Penanganan cepat dari tenaga medis disebut membantu proses pemulihan pasien sehingga risiko komplikasi berat dapat dicegah sejak awal pemeriksaan dilakukan.

Berdasarkan data Dinkes Ngawi, kasus leptospirosis tersebar di beberapa wilayah pelayanan puskesmas. Rinciannya meliputi Ngrambe satu kasus, Tambakboyo satu kasus, Mantingan satu kasus, Karanganyar dua kasus, serta Sine yang turut mencatat satu penderita pada tahun ini. 

Munculnya kasus tersebut membuat Dinkes Ngawi kembali mengingatkan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS. Langkah sederhana seperti membersihkan lingkungan rumah hingga menekan keberadaan sarang tikus dinilai membantu mengurangi risiko penularan penyakit berbahaya tersebut. 

“Bagi warga khususnya petani diminta menghindari kontak langsung dengan tikus maupun air tercemar. Setelah beraktivitas di sawah, masyarakat dianjurkan segera mencuci kaki dan tangan menggunakan sabun agar bakteri tidak mudah masuk melalui luka terbuka,” pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Berita Terkait



0 comments:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda