SN Media™ Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi memperoleh alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebanyak 800 unit rumah dengan total nilai bantuan mencapai Rp16 miliar. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) guna meningkatkan kualitas hunian dan mengurangi jumlah rumah tidak layak huni.
Kepala Bidang Perumahan Rakyat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Ngawi, Wahyudi Puruhita, mengatakan alokasi tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan dukungan untuk memperbaiki kondisi rumahnya."Untuk tahun 2026, Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi sebanyak 800 unit BSPS bagi masyarakat yang kurang mampu. Tentunya bantuan dari pemerintah pusat ini diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah rumah tidak layak huni yang masih ada di Kabupaten Ngawi,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan, setiap penerima bantuan memperoleh dana sebesar Rp20 juta. Dari jumlah tersebut, Rp17,5 juta digunakan untuk pembelian bahan bangunan, sedangkan Rp2,5 juta dialokasikan untuk pembayaran upah tukang selama proses perbaikan rumah.
“Besaran bantuan yang diterimakan sebesar Rp20 juta per penerima. Rinciannya Rp17,5 juta untuk pembelian bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk pembayaran upah tukang. Bantuan ini menjadi stimulan agar masyarakat dapat meningkatkan kualitas rumahnya menjadi lebih layak huni,” jelasnya.
Dapat diinformasikan, bahwa program BSPS merupakan bantuan pemerintah yang diberikan untuk mendorong masyarakat melakukan peningkatan kualitas rumah secara swadaya. Melalui program tersebut, rumah yang sebelumnya tidak memenuhi standar kelayakan dapat diperbaiki sehingga lebih aman, sehat, dan nyaman untuk ditempati.
Secara nasional, pemerintah pusat meningkatkan kuota BSPS secara signifikan pada tahun 2026. Jika pada tahun 2025 alokasi program hanya mencapai 45.000 unit rumah, tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 400.000 unit rumah atau meningkat sekitar 789 persen.
Peningkatan tersebut menunjukkan besarnya komitmen pemerintah dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sekaligus memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak.
Selain membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih baik, program ini juga berpotensi menggerakkan perekonomian lokal melalui peningkatan kebutuhan bahan bangunan dan keterlibatan tenaga kerja di sekitar lokasi pembangunan maupun rehabilitasi rumah.
Wahyudi berharap seluruh bantuan yang diterima Kabupaten Ngawi dapat tersalurkan tepat sasaran sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima.
“Harapan kami, bantuan ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal layak huni. Dengan kondisi rumah yang lebih baik, kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat juga diharapkan ikut meningkat,” pungkasnya.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Red
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM
0 comments:
Posting Komentar
Terima-kasih atas partisipasi anda