media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label PEMKAB NGAWI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMKAB NGAWI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Agustus 2019

Bupati Ngawi Lantik 339 Pejabat Eselon II, III Dan IV

Pemerintah Kabupaten Ngawi Jatim

SINAR NGAWI™ Ngawi-Sejumlah 339 pejabat eselon II, III dan IV hasil rotasi maupun mutasi beberapa waktu lalu, dilantik oleh Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang bertempat di Pendopo Wedya Graha. Dalam sambutannya, Kanang, sapaan akrab Bupati Ngawi mengatakan bahwa dalam sebuah organisasi rotasi maupun mutasi adalah hal yang wajar.

“Yang lebih penting dengan adanya mutasi maupun rotasi ini akan tercipta akselerasi pembangunan di Kabupaten Ngawi,” ungkap dia.

Tambahnya, meski dari tahun ke tahun mengalami penurunan SILPA dalam tiap Satuan Kerja (Satker), namun perlu adanya perombakan yang harus bisa diterima semua pihak agar Kabupaten Ngawi agar grade-nya meningkat.

“Sehingga akan trercipta pelaksanaan program dan kegiatan secara terpadu dan berkelankutan,” katanya lagi.

Dapat diinformasikan bahwa dari 339 pejabat yang rotasi maupun yang mutasi, yakni untuk eselon II 4 orang, eselon III 76 orang. Eselon IV 259 orang.

Ditempat yang sama, Yulianto Kusparsetyo Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Ngawi, menegaskan proses mutasi pejabat itu dilakukan secara ekstra hati-hati, termasuk dengan assesment maupun melihat etos kerja dari sisi internal maupun eksternal.

"Semuanya sudah dilakukan melalui pertimbangan secara detail dan tidak ada titipan kursi,” terang yuli.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Rabu, 31 Juli 2019

Selain Tempat Wisata, Agro Techno Park Menjadi Pusat Pertanian Bioteknologi

Agro Techno Park Ngrambe Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Keberadaab Agro Techno Park (ATP), di Kecamatan Ngrambe Ngawi, selain menjadi destinasi wisata juga menjadi kawasan untuk menerapkan teknologi, baik pertanian, peternakan, perikanan dan pengolahan hasil panen. Sunito, kepala Dinas Pangan Dan Perikanan Kabupaten Ngawi mengatakan, bahwa tempat ini (ATP), sebagai sarana pusat transfer teknologi bagi masyarakat.

“Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), baik dari masyarakat, Kelompok Tani maupun para pelaku UMKM sudah waktunya diberikan sarana dan prasarana, huna menunjang produksifitas uang berdaya saing, baik secara kuantitas maupun kualitas,” terang dia.

Tambahnya, pembangunan kawasan ATP sendiri berpatokan pada keterpaduan, pendekatan bisnis yang berkesinambungan serta sebagai pusat kajian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

“Maka dengan adanya ATP ini, merupakan wujud sebuah kawasan pertanian terpadu,” imbuhnya,

Yang mana, sambungnya lagi bahwa ATP sebagai kawasan yang mewadahi diantaranya area pertanian, area peternakan, area perkebunan, serta tak kalah pentingnya terdapat penanganan pascapanen.

Sementara dari pelatihan ini, kawasan ATP diharapkan mapu menjadi pusat percontohan penerapan teknologi dan inovasi pertanian bioteknologi.

Dijelaskan pula, untuk penerapan agroteknologi terpadu diharapkan mampu mendongkrak kualitas baik secara ekonomi maupun kemampuan masyarakat sehingga produktifitas nilai tambah dari berbagai sektor makin meningkat.

“Jadi dengan adanya pelatihan ini, maka penerapan teknologi pertanian, perikanan, peternakan maupun hasil panen bisa menyasar dari hulu sampai hilir,” pungkasnya.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro


Jumat, 19 Juli 2019

Tingkatkan Pelayanan Dasar Terpadu Yang Berkelanjutan Antar OPD Pengampu

Pemerintah Kabupaten Ngawi Jatim

SINAR NGAWI™ Ngawi-Berhasil melakukan terobosan kinerja yang berbasis pelayanan publik sejak 2018 lalu, menghasilkan rapor SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) di tahun ini (2019), berpredikat A. Sri Widodo, Kabid Pengendalian dan Evaluasi pada Bapelitbang Pemkab Ngawi saat melakukan pemaparan pra Sakip menjelaskan, setidaknya masih ada 7 rekomendasi lagi yang diajukan oleh Men-PANRB.

“Kita menyempurkan Cross Cutting antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang menyangkut indeks pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi,” terang dia.

Tambahnya, guna meningkatkan grade, maka harus ada sinergitas dan komitmen yang kuat dari Kepala daerah, OPD hingga staf.

Jadi masih urainya, progres penerapan SAKIP Kabupaten Ngawi sendiri bisa terpaparkan dalam Cross Cutting perangkat daerah yang meliputi meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pendidikan, Kesehatan dan Indeks Daya Beli.

Maka untuk output pelayanan dasar ini akan tercapai adanya rencana program yang akan terdistribusi beban tugas dan tanggungjawab antar OPD Pengampu.

“Sehingga akan trercipta pelaksanaan prohram dan kegiatan secara terpadu dan berkelankutan,” katanta kemudian.

Sementara atas predikat A tersebut, Pemkab Ngawi berpeluang mendapatkan DID atau dana insentif daerah tahuh 2020.

Yang mana DID sendiri merupakan dana yang dialokasikan dalam APBN untuk memberikan penghargaan (reward) kepada daerah yang mempunyai kinerja baik dalam kesehatan fiskal dan pengelolaan keuangan daerah.
Pewarta: Kun/pAn
Editor: Kuncoro


Kamis, 05 Januari 2012

KAPOLRES ANYAR DISUGUHI KASUS PEMBUNUHAN BENGIS

| NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita Kabar Warta info terbaru seputar tentangDiawali dengan upacara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Mapolres Ngawi, Upacara pelepasan, Pejabat lama Kapolres Ngawi, AKBP Eko Trisnanto yang kini diganti pejabat baru yaitu AKBP Eddy Djunaedi SIK yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Gayo Lues, Banda Aceh, dilakukan siang ini (5/1)

Diperoleh kabar bahwa nantinya, AKBP Eko Trisnanto akan menjabat sebagai Wadir Wakil Direktur (wadir) Pengamanan Objek Vital (Pamovit) Polda Jatim. Sementara diawal penugasan AKBP Eddy Djunaedi.SIK, kini dihadapkan dengan peristiwa pembunuhan berencana yang cukup menggemparkan warga Ngawi yang baru saja terjadi.

Kasus pembunuhan dengan korban Wigati ternyata di otaki sendiri oleh sang suami, sendiri Heri Martono dengan komplotanya yang dilakukan dihadapan putra semata wayangnya.

Boleh jadi AKBP Eddy Djunaedi, juga harus mau menerima pekerjaan rumah (pr) yang harus diselesaikan secepatnya untuk menuntaskan kasus pembunuhan Asmini warga paron yang hingga kini kasusnya makin misterius tersebut.

Upacara pelepasan secara tradisi dengan pasukan pedang pora yang terdiri dari tujuh pasukan yang membawa pedang dijadwalkan dipimpin Iptu Gulo. Setelah berbagai upacara tradisi Kepolisian dilakukan pada siangnya dilanjutkan pada malamnya acara pisah kenal antara kedua perwira menengah ini di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi.

Kesempatan tersebut juga dimanfaatkannya untuk menyampaikan terima kasih kepada semua pihak khususnya Bupati dan Muspida yang telah mendukung dan membantunya selama bertugas sebagai Kapolres Ngawi. (pr)