PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Senin, 31 Maret 2014

Home > > Nyaris Putus, Bapak Paruh Baya Tewas dengan Luka Di Leher

Nyaris Putus, Bapak Paruh Baya Tewas dengan Luka Di Leher

Mampir Di Ngawi, Jokowi Sarapan Nasi Pecel

WIDODAREN™ Anang Sunarto (40) pria paruh baya asal Dusun Weru, Desa Sidolaju, Kec. Widodaren-Ngawi, ditemukan tewas mengenaskan dirumahnya sendiri dengan kondisi luka di leher yang diduga akibat sayatan senjata tajam. Kejadian yang cukup menggemparkan warga sekitar kali pertama diketahui oleh Anas (11) putri pertama korban sekitar pukul 08.30 WIB , (31/03).

Saat itu Anas tengah melihat televisi diruang depan mendadak dikejutkan dengan suara gemertak dari belakang almari setelah dilihat ternyata ayahnya sudah meregang nyawa dengan bersimbah darah.

“Tadi sesuai kabarnya yang menemukan pertama kali anaknya itu dan kemudian memberitahukan kepada neneknya yang tidak jauh dari rumah korban,” terang Kopep Pujoko salah satu tetangga korban.

Setelah diketahui Anang Sunarto dalam kondisi sekarat para kerabat yang dibantu tetangga sekitar berusaha memberikan pertolongan kepada korban yang masih terlentang dibalik almari rumahnya.

Karena darah yang dikeluarkan korban cukup banyak akhirnya dalam beberapa menit kemudian nyawa bapak yang memiliki dua orang anak ini tidak bisa diselamatkan. Masih menurut Kopep Pujoko sebelum korban ditemukan tewas oleh anaknya tidak ada gelagat apapun yang mencurigakan baik akibat gonjangan jiwanya maupun mempunyai musuh diluar bahkan korban terlihat melakukan aktivitas seperti biasanya.

“jelas belum bisa disimpulkan korban tersebut tewas akibat bunuh diri atau dibunuh pihak lain karena sepengetahuan saya dia orangnya baik dimata masyarakat,” jelasnya agi.
Ulas Kopep, selama ini korban memang tinggal bersama dua orang anaknya semenjak istri korban yakni Eni berangkat menjadi TKW diluar negeri 6 bulan lalu.

“Kalau menurut saya mereka hidupnya biasa-biasa saja dan nampak rukun dan tidak ada problem apalagi musuh, jadi bingung semuanya sebagai tetangga seperti saya ini apa motif korban kalau bener penyebabnya bunuh diri,” kata Kopep Pujoko.

Namun terang nara sumber yang engan disebut namanya membeberkan, sebelum Eni berangkat kerja menjadi TKW diluar negeri, istri korban ini mempunyai utang piutang sekitar Rp 250 juta dengan pihak lain namun sudah diselesaikan semuanya oleh pihak keluarga.

“Memang setahu aku istrinya itu dulu bekerja disebuah koperasi dan mempunyai hutang namun kelihatanya sudah dibayar semua, tapi jelasnya lagi kita ini tidak tahu juga,” ungkap nara sumber.

Untuk mengamankan lokasi rumah korban sambil menunggu olah TKP, pihak Polsek Widodaren langsung memberikan garis polisi disekitar lokasi ditemukan korban tewas. Untuk memastikan penyebab kematian korban, jenazah Anang Sunarto segera dikirim ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk diakukan outopsi.

Baru sorenya jenasah korban dibawa pulang untuk dimakamkan di TPU setempat. Sementara AKP Budi Santoso Kasatreskrim Polres Ngawi menegaskan untuk mengetahui penyebab kematian korban pihaknya langsung melakukan olah TKP.

“Kalau belum ada hasilnya dari outopsi maupun olah TKP, kita sendiri belum bisa mengatakan apakah bapak ini tewas bunuh diri atau dibunuh,” terangnya.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda