media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 19 Januari 2026

Home > > DLH Ngawi Rencana Tambah Tiga Desa ProKLim Usai Raih Prestasi JECA 2025

DLH Ngawi Rencana Tambah Tiga Desa ProKLim Usai Raih Prestasi JECA 2025

DLH Ngawi Rencana Tambah Tiga Desa ProKLim Usai Raih Prestasi JECA 2025

SN-Media™ Ngawi - Program Kampung Iklim atau ProKLim di Kabupaten Ngawi terus menunjukkan geliat positif sepanjang 2025, sekaligus membuka peluang penambahan desa baru pada tahun mendatang melalui pembinaan berjenjang oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Ngawi, Tri Yuni Widayati, menyampaikan bahwa keberhasilan sejumlah wilayah meraih penghargaan provinsi menjadi pijakan kuat untuk memperluas cakupan ProKLim di desa lain. 

Capaian tahun ini menjadi modal penting. Kami menyiapkan penambahan tiga desa baru agar gerakan ProKLim semakin merata,” ujar Yuni saat dikonfirmasi, Senin, (19/01/2026). 

Sejumlah wilayah sebelumnya berhasil mengantongi Sertifikat ProKLim Utama pada ajang Jatim Environment Community Award (JECA) 2025, yakni Dusun Basri Desa Sidorejo Kecamatan Kendal, Dusun Kedungrejo 2 Desa Guyung Kecamatan Gerih, serta lingkungan RT 03 Kelurahan Margomulyo Kecamatan Ngawi. 

Menurut dia, penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi warga dalam menjalankan aksi adaptasi dan mitigasi iklim secara berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh bagi desa lain yang tengah disiapkan mengikuti ProKLim. 

“Tahun 2026, kami mengarahkan pembinaan ke Desa Munggut, Desa Jogorogo, dan Desa Ngrendeng. Saat ini masih tahap koordinasi dan pemetaan kesiapan,” jelasnya. 

Tambahnya, kesiapan desa menjadi faktor penting sebelum diusulkan mengikuti penilaian ProKLim, mulai dari pengelolaan sampah, ketersediaan sarana pendukung, hingga keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan lingkungan. 

Program ProKLim sendiri mencakup berbagai aksi penyesuaian dampak iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca, seperti pengelolaan sampah berbasis 3R, komposting, bank sampah, penghijauan, hingga pertanian rendah emisi. 

Selain itu, masyarakat juga didorong menerapkan penghematan energi, penggunaan transportasi ramah lingkungan, serta upaya pencegahan bencana seperti banjir dan kekeringan secara gotong royong di tingkat desa. 

Dapat disampaikan, dalam skema ProKLim, desa dapat naik jenjang dari Pratama, Madya, Utama, hingga Lestari sebagai tingkat tertinggi yang menunjukkan kemandirian sekaligus kemampuan membina wilayah lain. 

“Fokus kami bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi membangun kesadaran warga agar peduli perubahan iklim menjadi kebiasaan sehari-hari,” tegas Yuni. 

Sementara itu, JECA 2025 terbagi dalam empat kategori, yakni Sekolah Adiwiyata, Eco Pesantren, Program Kampung Iklim, serta Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup atau PFLH. 

DLH Ngawi berharap, penambahan tiga desa ProKLim pada tahun ini (2026) mampu memperkuat jejaring kampung iklim, sehingga aksi lingkungan benar-benar tumbuh dari desa dan berkelanjutan untuk masa depan daerah.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok DLH Ngawi
*** : ----
Copyright : SNM


Berita Terkait



0 comments:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda