media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 27 Januari 2026

Home > > Waspada PMK di Ngawi, Peternak Diminta Perketat Sanitasi dan Vaksinasi Sapi

Waspada PMK di Ngawi, Peternak Diminta Perketat Sanitasi dan Vaksinasi Sapi

Waspada PMK di Ngawi, Peternak Diminta Perketat Sanitasi dan Vaksinasi Sapi

SN-Media™ Ngawi - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK pada sapi di Kabupaten Ngawi kembali terdeteksi dan menyita perhatian dinas terkait, seiring adanya laporan baru dari sejumlah wilayah sentra peternakan rakyat.

Dinas Peternakan dan Perikanan (DPP) Kabupaten Ngawi mencatat hingga 26 Januari 2026 terdapat 34 kasus PMK yang tersebar di 11 kecamatan dan 16 desa, dengan laporan dominan mengarah pada kesembuhan ternak. 

Kabid Kesehatan Hewan DPP setempat, Toni Wibowo, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan laporan kematian sapi akibat PMK, serta kondisi lapangan masih dapat dikendalikan melalui pemantauan rutin. 

“Setiap hari kami lakukan pembaruan data, mulai jumlah kasus, potong paksa, sembuh, hingga perkembangan lapangan, dan sejauh ini laporan yang masuk mayoritas sapi berangsur pulih,” ujar dia, Selasa (27/01/2026). 

Masih menurutnya, dari total 19 kecamatan di Ngawi, penyebaran PMK baru terdeteksi di 11 kecamatan, terutama wilayah yang berdekatan dengan pasar hewan dan daerah perbatasan. 

Beberapa wilayah tersebut di antaranya berbatasan langsung dengan Kabupaten Magetan serta kawasan selatan Karanganyar yang berdekatan dengan Sragen, sehingga mobilitas ternak menjadi faktor risiko utama penularan. 

Untuk pencegahan pada sapi sehat, dinas mendorong vaksinasi dengan dua skema, yakni vaksin gratis dari pemerintah daerah dan vaksin mandiri yang dapat diakses peternak melalui dokter hewan terdekat. 

Skema vaksinasi gratis diberikan melalui pendaftaran peternak ke perangkat desa setempat, dengan ketersediaan vaksin dinyatakan aman untuk kebutuhan dua bulan sambil menunggu bantuan pusat. 

Selain vaksinasi, DPP Ngawi juga melakukan pengawasan langsung di Pasar hewan, meliputi skrining kesehatan sapi, penyemprotan disinfektan pada ternak, serta sterilisasi kendaraan pengangkut. 

Pun peternak juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap faktor pemicu PMK seperti angin kencang dan cuaca ekstrem, yang dapat memperpanjang daya tahan virus di lingkungan kandang. 

“Langkah mandiri yang dianjurkan meliputi sanitasi dan higienisasi kandang secara rutin, penyemprotan disinfektan, serta peningkatan imunitas sapi melalui pakan tambahan dan ramuan herbal tradisional,” pungkasnya.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: dAm
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Berita Terkait



0 comments:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda