SN-Media™ Ngawi - Senja Ramadan kembali menyapa warga Kabupaten Ngawi. Seperti sebelumnya, gelaran tahunan ini seakan menjadi etalase kebahagiaan sore hari, memanjakan masyarakat yang ngabuburit sembari berburu takjil pada Ramadan 1447 Hijriah.
Bertempat di halaman Kantor disparpora setempat, kegiatan tersebut dipadati pengunjung sejak petang. Warga tumplek blek menikmati suasana, menanti waktu berbuka dengan aneka sajian menggoda selera.Kepala Disparpora Ngawi, Wiwien Purwaningsih, menegaskan Senja Ramadan bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang pemberdayaan ekonomi kreatif yang terus diperkuat setiap tahun pelaksanaannya.
“Selama periode 19 hingga 23 Februari 2026, Disparpora memberikan dukungan penuh melalui koordinasi lintas OPD. Kepolisian, Satpol PP, Dishub, dan Diskominfo turut dilibatkan demi kelancaran kegiatan,” jelas Wiwien, Selasa (24/01/2026).
Masih menurutnya, untuk fasilitas dasar seperti penyediaan listrik, air bersih, hingga lokasi representatif disiapkan matang. Pengamanan aset pedagang juga difasilitasi lewat layanan penitipan gerobak agar pelaku usaha merasa aman dan nyaman.
“Dari sisi pemasaran, promosi dilakukan secara intensif melalui media daring. Disparpora juga menggandeng sejumlah sponsor, di antaranya Bank Jatim, Geprekinaja, Cimory, MPM Motor, serta BSI,” tambahnya.
Dapat diinformasikan, sebanyak 75 pedagang mengisi kapasitas ruang tetap yang disediakan panitia. Tercatat terjadi rotasi tujuh pelaku usaha selama lima hari, memberi kesempatan merata bagi pelaku UMKM lainnya.
Ragam produk yang ditawarkan cukup variatif, mulai kerajinan tangan, makanan berat, minuman segar, hingga aneka takjil dan camilan khas Ramadan yang laris diburu pengunjung. Berdasarkan rekapitulasi panitia, total estimasi pengunjung mencapai sekitar 3.313 orang.
Angka tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat Ngawi yang tinggi terhadap kegiatan berbasis ekonomi kerakyatan. Dari sisi perputaran uang, akumulasi omzet selama lima hari menyentuh Rp157.185.161. Rata-rata pendapatan harian menembus lebih dari Rp31 juta, menandakan geliat ekonomi lokal bergerak cukup kencang.
“Capaian tersebut memperlihatkan Senja Ramadan bukan hanya ajang hiburan ngabuburit, namun juga penguat ekosistem jualan pelaku usaha kecil, sekaligus menjadi denyut ekonomi musiman yang dinanti warga setiap tahunnya,” pungkasnya.
Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News
Pewarta: dAm
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM
0 comments:
Posting Komentar
Terima-kasih atas partisipasi anda