media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 14 Februari 2026

Home > > Sejumlah Santri Ponpes Al-Hijrah Ngawi Dirawat, Dugaan Keracunan MBG Diselidiki

Sejumlah Santri Ponpes Al-Hijrah Ngawi Dirawat, Dugaan Keracunan MBG Diselidiki

Sejumlah Santri Ponpes Al-Hijrah Ngawi Dirawat, Dugaan Keracunan MBG Diselidiki

SN-Media™ Ngawi – Sebanyak 67 santri Pondok Pesantren Al-Hijrah, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, menjalani perawatan intensif setelah mengeluhkan mual, pusing, dan muntah, dengan dugaan sementara berkaitan konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (14/2/2026).

Para santri dievakuasi ke empat fasilitas kesehatan berbeda guna mendapatkan penanganan medis. Tenaga kesehatan bergerak cepat melakukan observasi, sementara sampel makanan yang dikonsumsi turut diamankan untuk uji laboratorium lanjutan. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Heri Nurfahrudin, membenarkan total 67 santri dirawat hingga Sabtu siang. Mereka tersebar di Puskesmas Padas, Kasreman, Ngawi Purba, serta RSUD dr. Soeroto Ngawi. Rinciannya, 36 santri menjalani perawatan di Puskesmas Padas, 12 di Puskesmas Kasreman, 10 di Puskesmas Ngawi Purba, dan sembilan lainnya mendapat penanganan medis di rumah sakit daerah setempat. 

“Sejumlah santri dilaporkan mulai merasakan gejala sejak dini hari usai salat Subuh. Sebagian lainnya mengaku keluhan muncul ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar di lingkungan pondok,” ujar Kadinkes Heri. 

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sebelumnya para santri menyantap menu MBG pada Jumat siang berupa rolade, tahu krispi, dan oseng wortel, Jumat (13/2/2026). Pun informasi awal menyebutkan paket MBG tersebut berasal dari SPPG Cabean di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi. 

Meski demikian, pihak terkait menegaskan belum dapat memastikan sumber penyebab sebelum hasil uji laboratorium diumumkan. 

Terpisah, perwakilan pondok pesantren, Ustadzah Juniarbulan, menyampaikan laporan santri yang mengeluh muntah dan pusing diterima secara bertahap selepas Subuh. Pihak pondok menyatakan tetap mengedepankan koordinasi dan menunggu hasil pemeriksaan resmi. 

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok-m
*** : ----
Copyright : SNM


Berita Terkait



0 comments:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda