SN Media™ Ngawi – Person in Charge (PIC) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Syam Wuryani, memastikan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, siap menyambut peserta didik baru menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Saat ini, progres pembangunan sarana dan prasarana telah mencapai 95 persen.
Kepastian tersebut disampaikan Syam Wuryani saat melakukan peninjauan lapangan bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, dan sejumlah pihak terkait untuk memastikan seluruh fasilitas maupun sistem pendukung pembelajaran siap digunakan."Secara umum kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Ngawi sudah sangat baik. Pekerjaan fisik telah mencapai sekitar 95 persen, tinggal penyelesaian beberapa bagian kecil sehingga seluruh sarana dapat dimanfaatkan secara optimal saat kegiatan belajar dimulai," ujar Syam Wuryani.
Fasilitas yang hampir rampung meliputi gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, ruang guru, serta berbagai bangunan pendukung lainnya. Peninjauan juga dilakukan untuk memastikan seluruh sarana memenuhi kebutuhan proses belajar mengajar dan tempat tinggal siswa.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 28 Juli 2026 yang akan dipimpin kepala sekolah bersama tenaga pendidik. Berdasarkan data sementara, kuota Sekolah Rakyat Terintegrasi Ngawi mencapai 270 peserta didik.
Rinciannya, jenjang SD tersedia 30 kuota dan baru terisi 14 calon siswa, jenjang SMP sebanyak 95 calon siswa, sedangkan jenjang SMA sebanyak 102 calon siswa. Dengan demikian, hingga saat ini jumlah calon siswa yang telah terdata mencapai 211 orang.
Pun demikian, masih terdapat sekitar 59 kuota yang belum terisi dan terus diupayakan pemenuhannya. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) masih melakukan penjangkauan kepada anak-anak usia sekolah yang memenuhi kriteria agar dapat bergabung sebagai peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi.
Langkah tersebut diharapkan mampu memenuhi kuota sekaligus memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Syam Wuryani menegaskan, seluruh tahapan persiapan terus dipantau agar operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi berjalan sesuai rencana.
"Kami akan terus mengawal proses ini hingga seluruh kuota terpenuhi dan seluruh layanan siap beroperasi. Harapannya, Sekolah Rakyat Terintegrasi di Ngawi dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus menjadi kesempatan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan untuk memperoleh pendidikan yang layak," pungkasnya.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM
0 comments:
Posting Komentar
Terima-kasih atas partisipasi anda