media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 11 Juli 2026

Home > > Pemkab Ngawi Matangkan Operasional Sekolah Rakyat Jelang MPLS Perdana Tahun Ajaran Baru

Pemkab Ngawi Matangkan Operasional Sekolah Rakyat Jelang MPLS Perdana Tahun Ajaran Baru

Pemkab Ngawi Matangkan Operasional Sekolah Rakyat Jelang MPLS Perdana Tahun Ajaran Baru

SN Media™ Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi memastikan kesiapan operasional Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 telah mencapai 91,24 persen. Progres tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Dinas Sosial Kabupaten Ngawi di Ruang Command Center, sebagai tahap akhir menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli 2026, Jumat (10/07/2026),

Rapat dihadiri jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), PDAM, PLN, serta sejumlah instansi terkait guna memastikan seluruh kebutuhan operasional sekolah berasrama tersebut siap digunakan. Agenda terdekat adalah mobilisasi dan perpindahan calon siswa ke asrama yang dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 13 Juli 2026. Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada kesiapan gedung, tetapi juga sinergi seluruh pihak dalam mendukung operasional sekolah sejak hari pertama. 

"Seluruh perangkat daerah harus bergerak bersama sesuai tugas dan fungsinya. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar seluruh tahapan persiapan dapat berjalan sesuai jadwal dan kegiatan belajar mengajar dimulai tanpa kendala," ujarnya. 

Sekolah Rakyat Kabupaten Ngawi berlokasi di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi. Kawasan pendidikan tersebut dibangun di atas lahan sekitar 80.200 meter persegi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti ruang kelas SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, rumah guru, masjid, gedung serbaguna, lapangan olahraga, dapur umum, instalasi air bersih, hingga area parkir. 

Pada tahun ajaran perdana, sekolah tersebut menargetkan menerima 270 peserta didik, masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Sasaran program merupakan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem kategori desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang bersedia mengikuti sistem pendidikan berasrama. 

Selain kesiapan sarana dan prasarana, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan layanan kesehatan, pendampingan psikolog, pekerja sosial, serta koordinasi keamanan selama masa operasional sekolah. Tim transisi dan guru pengajar sementara juga disiapkan untuk memastikan proses pembelajaran dapat berlangsung sejak hari pertama. 

"Kami optimistis seluruh tahapan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga mobilisasi siswa, pelaksanaan MPLS, hingga dimulainya kegiatan belajar mengajar berjalan lancar. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi langkah nyata memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas," pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Berita Terkait



0 comments:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda