SN Media™ Ngawi – Program Inclusive System for Effective Eye Care (I-SEE) yang dijalankan Yayasan Paramitra Indonesia sejak 2024 mendapat apresiasi dari masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Ngawi. Dalam perkembangan, program tersebut dinilai berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mata sekaligus memperkuat layanan kesehatan mata yang inklusif hingga tingkat desa.
Apresiasi itu disampaikan Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, saat membuka Diskusi Publik Keberlanjutan Layanan Kesehatan Mata Inklusif untuk Semua Warga Ngawi, Menurutnya, Program I-SEE telah memberikan dampak nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan gangguan penglihatan sejak dini."Program I-SEE yang dilaksanakan Yayasan Paramitra ini telah semakin membuka pemahaman kita mengenai pentingnya menjaga dan mencegah gangguan kesehatan mata. Apalagi prevalensi kasus di Ngawi lebih besar dari angka nasional," ujar Wabup yang akrab disapa Antok, Senin (29/06/2026).
Diskusi publik tersebut menjadi forum untuk memaparkan berbagai capaian Program I-SEE sekaligus menyerap masukan dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dan kelompok penyandang disabilitas guna memastikan keberlanjutan layanan kesehatan mata di Kabupaten Ngawi.
Kegiatan itu dihadiri perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bappeda, Dinas Pendidikan, DP3AKB, kader kesehatan, kader Posyandu, Duta GenRe, hingga perwakilan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni).
Salah seorang kader kesehatan, Wartini, berharap Program I-SEE dapat terus berlanjut karena manfaatnya telah dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan mata secara berkala.
"Kami harap Paramitra tetap dapat melanjutkan program ini karena jelas bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Retno Dewi Sulistyani, mengatakan Program I-SEE telah membantu pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan gangguan kesehatan mata melalui pelibatan aktif masyarakat.
"Program ini telah berhasil melibatkan masyarakat untuk tahu dan peduli pada ancaman gangguan kesehatan mata. Bahkan juga melatih warga untuk bisa melakukan skrining mata sejak dini. Tentu ini membantu kami," ujarnya.
Menurut Retno, saat ini Dinas Kesehatan bersama Yayasan Paramitra tengah menunggu pengesahan Peraturan Bupati (Perbup) tentang layanan kesehatan mata. Regulasi tersebut diharapkan menjadi dasar hukum sekaligus memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan dan kader saat menjalankan pelayanan di masyarakat.
Kesehatan Mata Jadi Prioritas, Ngawi Kukuhkan 10 Desa Sehat Mata Inklusif
Diskusi Publik Lintas Sektor Bahas Inklusivitas Kesehatan Mata di Ngawi
Inovasi Layanan Kesehatan Desa Sekaralas, Posyandu ILP Dahlia Sasar Bayi hingga Lansia
Direktur Yayasan Paramitra Indonesia, Asiah Sugiyanti, menjelaskan Program I-SEE bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan mata yang inklusif, khususnya bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas, melalui kolaborasi lintas sektor dan pelibatan aktif masyarakat.
Selama pelaksanaan program, I-SEE berhasil meningkatkan kapasitas kader kesehatan dan guru dalam deteksi dini gangguan penglihatan, membentuk 10 Desa Sehat Mata di Kabupaten Ngawi, memperluas akses pelayanan kesehatan mata yang ramah disabilitas, serta mendorong lahirnya kebijakan daerah melalui penyusunan Peraturan Bupati tentang pengembangan Desa Sehat Mata Inklusif.
"Selain peningkatan kapasitas kader dan guru, capaian lainnya adalah terbentuknya Desa Sehat Mata, meningkatnya akses dan kualitas pelayanan kesehatan mata yang ramah disabilitas, serta dukungan kebijakan daerah dalam pengembangan Desa Sehat Mata Inklusif," pungkas Asiah.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
***
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM
0 comments:
Posting Komentar
Terima-kasih atas partisipasi anda