SN Media™ Ngawi – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi mengintervensi pengembangan benih tembakau Purwosoto melalui pemberian bantuan kerodong bunga kepada petani penangkar. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kemurnian benih sebagai bagian dari proses menuju varietas unggul lokal bersertifikat sekaligus memperkuat branding tembakau asli Ngawi.
Upaya tersebut dilakukan setelah tembakau Purwosoto resmi didaftarkan dan dilepas pada 2026 dalam tahapan menuju varietas lokal bersertifikat. Saat ini, proses pelepasan varietas dari kementerian masih berjalan sehingga pemerintah daerah berkewajiban menyiapkan perbanyakan benih yang tetap murni dan tidak tercampur dengan varietas lain.Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi, Dwi Rahayu Puspitaningrum, mengatakan sterilisasi benih menjadi tahapan penting agar identitas genetik tembakau Purwosoto tetap terjaga.
"Saat ini proses pelepasan varietas dari kementerian sedang berjalan. Karena itu Kabupaten Ngawi memiliki kewajiban memperbanyak benih Purwosoto dengan tetap menjaga kemurniannya. Salah satu intervensi yang kami lakukan adalah memberikan bantuan kerodong bunga agar saat tanaman berbunga tidak terjadi kontaminasi penyerbukan dengan varietas tembakau lainnya," ujarnya.
- Dorong Pertumbuhan Usaha Tani Tembakau, DKPP Ngawi Berikan Bantuan dan Pembinaan kepada Petani
- Tingkatkan Komoditas Tembakau di Ngawi Melalui Pemanfaatan Lahan Kritis dan Marginal
- Langkah Intervensi Berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Ngawi Dalam Peningkatan Produksi Tembakau
- Tingkatkan Produktivitas Tembakau Ngawi Melalui Bantuan Pupuk
Selain menjaga kemurnian benih, Purwosoto juga memiliki keunggulan dari sisi produktivitas. Varietas lokal tersebut mampu menghasilkan jumlah daun lebih banyak dengan karakter daun yang lebih tebal dibandingkan beberapa varietas lain yang telah lama dibudidayakan petani.
Sejatinya, keunggulan itu menjadi nilai tambah yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing tembakau Ngawi. Jika varietas Prancak rata-rata hanya mampu dipanen hingga enam kali petik, Purwosoto dapat dipanen hingga delapan kali petik karena memiliki jumlah daun lebih banyak sehingga berpotensi meningkatkan hasil produksi petani.
Rahayu menambahkan, keberhasilan menjaga kemurnian benih akan menjadi fondasi penting dalam pengembangan varietas lokal bersertifikat di Kabupaten Ngawi.
"Harapan kami Purwosoto benar-benar menjadi branded tembakau asli Ngawi. Ketika benihnya murni, diperbanyak secara berkelanjutan, dan nantinya resmi bersertifikat, petani akan memperoleh varietas unggul dengan produktivitas tinggi sekaligus memperkuat identitas tembakau khas Kabupaten Ngawi," pungkasnya.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : Ilustrasi
*** : ----
Copyright : SNM
0 comments:
Posting Komentar
Terima-kasih atas partisipasi anda