media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 08 Agustus 2026

Home > > Musim Kemarau di Ngawi Tak Hanya Picu Kekeringan, 66 Kebakaran Tercatat hingga Juli

Musim Kemarau di Ngawi Tak Hanya Picu Kekeringan, 66 Kebakaran Tercatat hingga Juli

Musim Kemarau di Ngawi Tak Hanya Picu Kekeringan, 66 Kebakaran Tercatat hingga Juli

SN Media™ Ngawi - Musim kemarau tidak hanya membawa persoalan kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah daerah Kabupaten Ngawi. Suhu udara yang tinggi serta vegetasi mengering turut meningkatkan risiko munculnya api, terutama di kawasan permukiman dan lahan terbuka.

Hingga akhir Juli 2026, Satpol PP Ngawi melalui Bidang Kebakaran dan Penyelamatan mencatat 66 peristiwa kebakaran. Insiden tersebut menyebabkan kerugian material sekitar Rp1,1 miliar, dengan berbagai objek terdampak mulai bangunan hingga lahan. 

Kabid Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Ngawi, Ismail Munaroh Roy Adhi, menyebut kasus yang ditangani petugas cukup beragam. Rinciannya meliputi rumah dan dapur sebanyak 16 peristiwa, kompor gas dua kasus, kandang ayam empat kasus, serta lahan sebanyak 22 kasus. 

“Selebihnya terjadi pada pabrik dan kendaraan. Total sampai Juli ada 66 kasus dengan nilai kerugian material sekitar Rp1,1 miliar,” kata Ismail. Menurutnya, sebagian besar insiden dipicu kelalaian manusia. 

Beberapa di antaranya berkaitan dengan korsleting listrik dan aktivitas membakar sampah tanpa pengawasan. Api yang semula kecil dapat dengan cepat menjalar ketika berhadapan dengan rerumputan atau material kering.

Karena itu, masyarakat diminta lebih cermat sebelum meninggalkan rumah, terutama dengan memastikan instalasi listrik dan peralatan yang menggunakan sumber api telah dalam keadaan aman. Aktivitas pembakaran sampah juga perlu diawasi sampai bara benar-benar padam. 

Kewaspadaan menjadi semakin penting lantaran kondisi panas dan minimnya kelembapan membuat material di sekitar permukiman maupun lahan terbuka lebih mudah tersulut. Penanganan sejak awal dinilai dapat mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar. 

Frekuensi laporan yang masuk juga cukup tinggi. Dalam satu hari, petugas bahkan pernah menerima hingga lima laporan dari lokasi berbeda. Situasi tersebut menunjukkan kebutuhan dukungan operasional yang sebanding dengan luas geografis Ngawi. 

Saat ini, Bidang Kebakaran dan Penyelamatan mengandalkan tiga truk tangki serta satu kendaraan penyelamatan. Beberapa perlengkapan, termasuk selang pemadam, mulai membutuhkan perawatan karena kondisinya tidak lagi optimal untuk menunjang tugas lapangan. 

Selain peralatan, penambahan personel juga dipandang penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat, khususnya ketika beberapa laporan muncul dalam waktu berdekatan. 

“Yang menjadi kendala di lapangan memang perlengkapan masih terbatas dan ada yang perlu dipelihara. Dengan luasnya Ngawi serta frekuensi laporan yang cukup tinggi, dukungan peralatan dan SDM perlu diperkuat,” ujar dia.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Berita Terkait



0 comments:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda