media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Agustus 2026

Terbentur Anggaran, Dishub Ngawi Belum Bisa Perluas Layanan Angkutan Sekolah Gratis

Terbentur Anggaran, Dishub Ngawi Belum Bisa Perluas Layanan Angkutan Sekolah Gratis

SN Media™ Ngawi - Rencana Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi memperluas layanan angkutan sekolah gratis belum dapat diwujudkan. Penyebab utamanya, dukungan anggaran untuk menambah layanan tersebut hingga kini belum tersedia.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi, Zainal Arifin, mengatakan perluasan layanan dipersiapkan untuk mengurangi penggunaan sepeda motor oleh pelajar saat berangkat maupun pulang sekolah. 

“Tujuannya untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar. Namun, untuk memperluas layanan, saat ini masih terbentur anggaran yang belum tersedia,” ujar Zainal Arifin. 

Saat ini, menurut dia, layanan angkutan sekolah gratis ditopang 15 angkutan desa dan dua bus sekolah milik Dishub. Armada tersebut melayani sejumlah rute, antara lain Pangkur, Kwadungan, Geneng, Sidowayah hingga wilayah Kota Ngawi.

Dalam sehari, layanan itu diperkirakan mengantar dan menjemput sekitar 150 pelajar yang bersekolah di kawasan kota. 

Sembari menunggu dukungan anggaran, Dishub juga memetakan armada bus umum dan angkutan desa yang masih aktif di Kedunggalar, Karangjati, serta Jogorogo. 

“Menunggu anggaran tersedia, kami tetap memetakan potensi armada yang dapat mendukung perluasan layanan angkutan sekolah,” kata Arifin. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Rabu, 29 Juli 2026

Sekolah Rakyat Ngawi Diperkuat 14 Guru Reguler, Penugasan Tunggu Juknis Kemensos RI

Sekolah Rakyat Ngawi Diperkuat 14 Guru Reguler, Penugasan Tunggu Juknis Kemensos RI

SN Media™ Ngawi - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Ngawi menyiapkan 14 guru dari sekolah reguler untuk diperbantukan sementara mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Ngawi di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik sesuai permintaan Kementerian Sosial (Kemensos) RI menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi Kabul Tunggul Winarno mengatakan, penugasan guru tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Ngawi terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat. 

"Kami mendukung penuh pelaksanaan Sekolah Rakyat di Ngawi. Penugasan guru ini telah disiapkan agar proses pembelajaran di sekolah asal tetap berjalan normal, sehingga pelayanan kepada peserta didik tidak terganggu," katanya.

Kabul merinci, 14 guru yang diperbantukan terdiri atas tiga guru jenjang sekolah dasar (SD) dan 11 guru sekolah menengah pertama (SMP). Guru SD meliputi guru kelas, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta guru olahraga. Sementara itu, guru SMP berasal dari berbagai mata pelajaran untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran di Sekolah Rakyat sejak awal operasional. 

Pun dalam pemilihan tenaga pendidik dilakukan dengan mempertimbangkan sistem zonasi. Guru yang diperbantukan diprioritaskan berdomisili paling dekat dengan lokasi Sekolah Rakyat maupun sekolah asal sehingga mobilitas lebih efisien dan penyesuaian jadwal mengajar lebih mudah dilakukan. 

Selain faktor domisili, pengaturan jadwal juga menjadi perhatian Dikbud Ngawi. Guru yang ditugaskan tetap menjalankan kewajibannya di sekolah asal sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah reguler tidak mengalami perubahan maupun kekurangan tenaga pengajar. Status para tenaga pendidik tersebut adalah guru bantu. 

Hingga kini, Dikbud Ngawi masih menunggu petunjuk teknis dari Kemensos RI mengenai tambahan insentif bagi guru yang diperbantukan. Ketentuan tersebut juga akan mengatur mekanisme penugasan, termasuk waktu mulai bertugas dan lamanya masa penempatan di Sekolah Rakyat. 

"Prinsipnya, pelaksanaan di daerah akan mengikuti petunjuk teknis dari Kemensos. Yang terpenting, kebutuhan guru di Sekolah Rakyat terpenuhi tanpa mengganggu proses belajar mengajar di sekolah reguler," pungkas Kabul.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Kamis, 16 Juli 2026

Kemensos Cek Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi Ngawi Sebelum Pemeriksaan Kesehatan dan MPLS Dimulai

Kemensos Cek Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi Ngawi Sebelum Pemeriksaan Kesehatan dan MPLS Dimulai

SN Media™ Ngawi – Person in Charge (PIC) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Syam Wuryani, memastikan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, siap menyambut peserta didik baru menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Saat ini, progres pembangunan sarana dan prasarana telah mencapai 95 persen.

Kepastian tersebut disampaikan Syam Wuryani saat melakukan peninjauan lapangan bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, dan sejumlah pihak terkait untuk memastikan seluruh fasilitas maupun sistem pendukung pembelajaran siap digunakan. 

"Secara umum kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Ngawi sudah sangat baik. Pekerjaan fisik telah mencapai sekitar 95 persen, tinggal penyelesaian beberapa bagian kecil sehingga seluruh sarana dapat dimanfaatkan secara optimal saat kegiatan belajar dimulai," ujar Syam Wuryani. 

 Fasilitas yang hampir rampung meliputi gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, ruang guru, serta berbagai bangunan pendukung lainnya. Peninjauan juga dilakukan untuk memastikan seluruh sarana memenuhi kebutuhan proses belajar mengajar dan tempat tinggal siswa.

Selain kesiapan infrastruktur, Kemensos juga telah menyusun tahapan menjelang dimulainya pembelajaran. Seluruh calon peserta didik dijadwalkan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis pada 27 Juli 2026. 

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 28 Juli 2026 yang akan dipimpin kepala sekolah bersama tenaga pendidik. Berdasarkan data sementara, kuota Sekolah Rakyat Terintegrasi Ngawi mencapai 270 peserta didik. 

Rinciannya, jenjang SD tersedia 30 kuota dan baru terisi 14 calon siswa, jenjang SMP sebanyak 95 calon siswa, sedangkan jenjang SMA sebanyak 102 calon siswa. Dengan demikian, hingga saat ini jumlah calon siswa yang telah terdata mencapai 211 orang. 

Pun demikian, masih terdapat sekitar 59 kuota yang belum terisi dan terus diupayakan pemenuhannya. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) masih melakukan penjangkauan kepada anak-anak usia sekolah yang memenuhi kriteria agar dapat bergabung sebagai peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi. 

Langkah tersebut diharapkan mampu memenuhi kuota sekaligus memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Syam Wuryani menegaskan, seluruh tahapan persiapan terus dipantau agar operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi berjalan sesuai rencana. 

"Kami akan terus mengawal proses ini hingga seluruh kuota terpenuhi dan seluruh layanan siap beroperasi. Harapannya, Sekolah Rakyat Terintegrasi di Ngawi dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus menjadi kesempatan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan untuk memperoleh pendidikan yang layak," pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Sabtu, 11 Juli 2026

Pemkab Ngawi Matangkan Operasional Sekolah Rakyat Jelang MPLS Perdana Tahun Ajaran Baru

Pemkab Ngawi Matangkan Operasional Sekolah Rakyat Jelang MPLS Perdana Tahun Ajaran Baru

SN Media™ Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi memastikan kesiapan operasional Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 telah mencapai 91,24 persen. Progres tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Dinas Sosial Kabupaten Ngawi di Ruang Command Center, sebagai tahap akhir menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli 2026, Jumat (10/07/2026),

Rapat dihadiri jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), PDAM, PLN, serta sejumlah instansi terkait guna memastikan seluruh kebutuhan operasional sekolah berasrama tersebut siap digunakan. Agenda terdekat adalah mobilisasi dan perpindahan calon siswa ke asrama yang dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 13 Juli 2026. Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada kesiapan gedung, tetapi juga sinergi seluruh pihak dalam mendukung operasional sekolah sejak hari pertama. 

"Seluruh perangkat daerah harus bergerak bersama sesuai tugas dan fungsinya. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar seluruh tahapan persiapan dapat berjalan sesuai jadwal dan kegiatan belajar mengajar dimulai tanpa kendala," ujarnya. 

Sekolah Rakyat Kabupaten Ngawi berlokasi di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi. Kawasan pendidikan tersebut dibangun di atas lahan sekitar 80.200 meter persegi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti ruang kelas SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, rumah guru, masjid, gedung serbaguna, lapangan olahraga, dapur umum, instalasi air bersih, hingga area parkir. 

Pada tahun ajaran perdana, sekolah tersebut menargetkan menerima 270 peserta didik, masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Sasaran program merupakan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem kategori desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang bersedia mengikuti sistem pendidikan berasrama. 

Selain kesiapan sarana dan prasarana, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan layanan kesehatan, pendampingan psikolog, pekerja sosial, serta koordinasi keamanan selama masa operasional sekolah. Tim transisi dan guru pengajar sementara juga disiapkan untuk memastikan proses pembelajaran dapat berlangsung sejak hari pertama. 

"Kami optimistis seluruh tahapan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga mobilisasi siswa, pelaksanaan MPLS, hingga dimulainya kegiatan belajar mengajar berjalan lancar. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi langkah nyata memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas," pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Rabu, 08 Juli 2026

MPLS Sekolah Rakyat Ngawi Dimulai 14 Juli, Fasilitas Utama Siap Digunakan Siswa

MPLS Sekolah Rakyat Ngawi Dimulai 14 Juli, Fasilitas Utama Siap Digunakan Siswa

SN Media™ Ngawi – Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Ngawi dipastikan siap beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Selain progres pembangunan yang telah melampaui target, persiapan penerimaan peserta didik dan mobilisasi siswa juga terus dimatangkan menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar pada pertengahan Juli 2026.

Kepala Dinas Sosial Ngawi, Bonadi, mengatakan berdasarkan informasi dari Kementerian Sosial, mobilisasi calon siswa dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 13 Juli 2026. Selanjutnya, seluruh siswa akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai 14 Juli sebagai rangkaian awal sebelum proses pembelajaran dimulai. 

"Hasil penjangkauan calon siswa terus kami perbarui. Untuk jenjang SD saat ini terdapat tiga calon siswa. Jenjang SMP sebenarnya sudah memenuhi kuota 90 calon siswa, tetapi ada yang mengundurkan diri sehingga kini tersisa 78 calon siswa. Sementara jenjang SMA justru bertambah dari kuota awal 90 menjadi 92 calon siswa. Seluruh peserta didik yang diterima merupakan siswa kelas 1 di masing-masing jenjang," ujar Bonadi. 

Selain kesiapan peserta didik, pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai 88,96 persen, melampaui target yang direncanakan sebesar 87,9 persen atau mengalami deviasi positif sebesar 0,963 persen.

Capaian tersebut membuat berbagai fasilitas utama telah siap dimanfaatkan. Ruang-ruang kelas yang akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar telah selesai dikerjakan, sementara sarana pendukung seperti meja, kursi, dan perlengkapan pembelajaran lainnya juga telah tersedia. 

Pemerintah Kabupaten Ngawi terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial agar seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai jadwal. Proses mobilisasi siswa, pelaksanaan MPLS, hingga dimulainya kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat berlangsung tanpa kendala sehingga Sekolah Rakyat dapat langsung memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik sejak awal tahun ajaran. 

"Progres pembangunan sudah berada di angka 88,96 persen, lebih tinggi dari target yang direncanakan. Bangunan ruang kelas sudah siap digunakan, termasuk fasilitas meja, kursi, dan perlengkapan pendukung lainnya. Kami optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga Sekolah Rakyat di Kabupaten Ngawi siap beroperasi sesuai jadwal pada tahun ajaran 2026/2027," pungkas Bonadi.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Tim
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Minggu, 21 Juni 2026

Peserta LDK OSIS SMPN 3 Munjungan Antusias Ikuti Materi Kebangsaan

Peserta LDK OSIS SMPN 3 Munjungan Antusias Ikuti Materi Kebangsaan

SN Media™ Trenggalek – Babinsa Munjungan Koramil 0806-12/Munjungan, Sertu Teguh Widodo, memberikan materi wawasan kebangsaan kepada peserta Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS SMP Negeri 3 Munjungan di Aula SMPN 3 Munjungan, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Minggu (21/06/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI AD dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda melalui penanaman nilai-nilai kebangsaan, semangat bela negara, dan jiwa kepemimpinan. Pembekalan itu diberikan sebagai upaya memperkuat karakter pelajar agar siap menjadi generasi penerus bangsa yang berintegritas dan bertanggung jawab. 

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi tentang wawasan kebangsaan, latihan dasar kepemimpinan, serta bela negara. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan interaktif sehingga peserta lebih mudah memahami isi materi yang diberikan. Suasana kegiatan pun berlangsung dinamis dengan adanya diskusi dan sesi tanya jawab yang melibatkan para siswa. 

“Pelajar merupakan aset bangsa yang akan menentukan masa depan negara. Karena itu mereka perlu dibekali nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, serta karakter yang kuat agar mampu menjadi generasi yang bertanggung jawab dan berintegritas,” ujar Sertu Teguh. 

Baca Juga: 

Danrem 081/DSJ Apresiasi Petani Melon Milenial di Ngawi 

Pemkab Ngawi Kembali Raih Opini WTP Ke-13 

DKPP Ngawi Dorong Penggunaan Pupuk Organik 

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan aktif mengajukan pertanyaan. Ketertarikan mereka terhadap materi yang disampaikan menunjukkan tingginya semangat untuk memahami nilai-nilai nasionalisme, kepemimpinan, dan bela negara dalam kehidupan sehari-hari. 

Pihak sekolah menyambut positif kehadiran Babinsa dalam kegiatan LDK tersebut. Kehadiran TNI di lingkungan pendidikan dinilai memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembentukan karakter siswa sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan aparat kewilayahan. 

Melalui kegiatan itu, diharapkan para peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Selain memiliki kemampuan berorganisasi, para siswa juga diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara. 

“Kami berharap peserta LDK tidak hanya memiliki kemampuan memimpin organisasi sekolah, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi teman-temannya, memiliki semangat nasionalisme yang kuat, serta mengamalkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Sertu Teguh. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Arw
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Sabtu, 13 Juni 2026

Jenjang SMP dan SMA Terpenuhi, Penjangkauan Siswa SD Masih Berjalan

Jenjang SMP dan SMA Terpenuhi, Penjangkauan Siswa SD Masih Berjalan

SN Media™ Ngawi – Progres penjangkauan calon murid baru Sekolah Rakyat untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngawi hingga kini masih belum memenuhi target yang telah ditetapkan. Dari kebutuhan sebanyak 90 calon murid baru, sementara ini baru terdata tiga anak yang berpotensi mengikuti program pendidikan berasrama tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Bonadi, mengatakan bahwa proses penjangkauan dan pendataan calon murid baru masih terus berlangsung di berbagai wilayah. Namun, untuk jenjang SD, jumlah calon peserta didik yang berhasil dijaring masih sangat terbatas dibandingkan target yang ditentukan. 

 “Untuk jenjang SD memang sampai saat ini baru ada tiga calon murid dari target 90 siswa. Penjangkauan masih terus berlangsung, namun calon murid yang terdata nantinya harus melalui proses verifikasi terlebih dahulu sebelum ditetapkan sebagai murid baru Sekolah Rakyat,” ujar dia. 

Menurutnya, seluruh calon murid yang diusulkan wajib memenuhi persyaratan yang telah ditentukan pemerintah. Salah satunya harus tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada desil 1 dan desil 2. Setelah proses penjangkauan selesai, hasil pendataan akan dibahas melalui rapat pleno sebelum ditetapkan sebagai peserta didik baru. 

Sementara, untuk jenjang SMP dan SMA, target penjangkauan telah terpenuhi. Masing-masing jenjang telah berhasil menjaring 90 calon murid baru yang nantinya akan mengikuti tahapan seleksi dan verifikasi lebih lanjut. 

Kembali dijelaskannya, rendahnya capaian pada jenjang SD dipengaruhi sejumlah faktor. Selain masih membutuhkan pendampingan orang tua, calon murid juga harus memperoleh persetujuan keluarga karena nantinya akan tinggal di asrama selama mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat. 

Di sisi lain, pembangunan kawasan pendidikan terpadu Sekolah Rakyat di Dusun Ngudal, Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, terus dipersiapkan. Kawasan tersebut dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari gedung pembelajaran, asrama siswa, sarana ibadah, hingga fasilitas pendukung aktivitas harian lainnya. 

“Kendala terbesar memang ada pada jenjang SD karena anak-anak masih membutuhkan pendampingan orang tua dan harus mendapatkan persetujuan keluarga untuk tinggal di asrama. Namun demikian, kami akan terus melakukan upaya penjangkauan agar target yang telah ditetapkan dapat terpenuhi,” pungkas Bonadi.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Red
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM