SN Media™ Ngawi – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Ngawi memperkuat tata kelola alat dan obat kontrasepsi (Alokon) melalui pendampingan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur pada 14–15 Oktober 2026. Kegiatan ini menyasar gudang Alokon tingkat kabupaten hingga Puskesmas Kauman, Kecamatan Widodaren.
Penguatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas petugas dalam mengelola Alokon sesuai standar, mulai dari penerimaan hingga pendistribusian ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kepala DP3AKB Kabupaten Ngawi dr. Nugrahaningrum mengatakan, ketertiban pengelolaan menjadi faktor penting untuk menjaga mutu dan memastikan ketersediaan kontrasepsi bagi pelayanan keluarga berencana.
“Pengelolaan Alokon harus dilakukan secara cermat dan sesuai standar agar kualitasnya tetap terjaga. Ketersediaan stok juga perlu dipantau secara berkala supaya kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan dapat terpenuhi,” ujarnya.
Peninjauan tersebut juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan Alokon agar tetap layak digunakan dalam pelayanan keluarga berencana. Kondisi penyimpanan dan penataan barang menjadi bagian yang perlu diperhatikan untuk mendukung pengelolaan persediaan secara optimal.
Selain kunjungan lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai mekanisme pengelolaan Alokon. Pembahasan meliputi penerimaan, penyimpanan, pencatatan administrasi, pemantauan stok, perencanaan kebutuhan, hingga pendistribusian ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Pengelolaan yang tertib dan sistematis diharapkan dapat memastikan ketersediaan Alokon sesuai jenis, jumlah, waktu, dan sasaran kebutuhan. Pemantauan stok secara berkala juga diperlukan untuk mengantisipasi kekurangan maupun penumpukan persediaan yang berpotensi menghambat pelayanan.
Sinergi antara Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, DP3AKB Kabupaten Ngawi, dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola yang efektif dan akuntabel. Koordinasi tersebut diharapkan mendukung kelancaran pelayanan keluarga berencana sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dia pun berharap, penguatan tata kelola Alokon perlu diterapkan secara konsisten dalam kegiatan operasional sehari-hari, bukan hanya saat pendampingan berlangsung.
“Harapannya, pengelolaan Alokon di Kabupaten Ngawi semakin baik, mulai dari penyimpanan hingga distribusi. Dengan persediaan yang terjaga dan penyaluran sesuai kebutuhan, pelayanan keluarga berencana kepada masyarakat dapat berjalan optimal dan berkesinambungan,” pungkasnya.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM
0 comments:
Posting Komentar
Terima-kasih atas partisipasi anda