SN Media™ Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor industri hasil tembakau (IHT) melalui pelatihan blending rokok. Kegiatan yang digelar Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi ini berlangsung di Kurnia Convention Ngawi, 27-29 Oktober 2026.
Pelatihan tersebut diikuti 30 peserta yang berasal dari sejumlah pabrik rokok di Kabupaten Ngawi. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pendampingan teori dan praktik peracikan tembakau dengan menghadirkan Yudha Sudarmaji, pemilik CV Restu Aji Makmur dari Temanggung, sebagai narasumber.
Kepala DPPTK Kabupaten Ngawi, Kusumawati Nilam, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas SDM menjadi salah satu kunci bagi perusahaan untuk mempertahankan daya saing di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Menurutnya, inovasi produk diperlukan agar industri rokok mampu memenuhi kebutuhan dan selera konsumen yang terus berkembang.
“Perusahaan dituntut terus meningkatkan kapasitas SDM agar mampu bersaing dan merebut hati konsumen. Salah satunya melalui inovasi produk dengan penguasaan teknik blending yang baik,” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam meracik tembakau sehingga menghasilkan produk dengan kualitas dan cita rasa yang terjaga. Penguasaan teknik blending juga diharapkan memperkuat daya saing produk industri rokok lokal di tengah dinamika pasar.
Industri hasil tembakau sendiri memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga kontribusi penerimaan negara melalui cukai. Sektor ini juga berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani yang menggantungkan penghasilan dari komoditas tembakau.
Selain peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, pelatihan ini diharapkan memberikan dampak terhadap perluasan kesempatan kerja serta peningkatan kesejahteraan perusahaan dan karyawan. Nilam juga berharap pengembangan industri tembakau ke depan tidak berhenti pada produk rokok.
Menurutnya, diversifikasi olahan tembakau perlu mulai dikembangkan agar memiliki nilai tambah lebih luas, termasuk peluang pemanfaatan sebagai bahan minyak, pupuk, aromaterapi hingga kosmetik.
“Ke depan, kami berharap muncul inovasi diversifikasi olahan tembakau sehingga pemanfaatannya semakin luas. Dengan begitu, nilai ekonomi tembakau dapat meningkat sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” pungkasnya.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM
0 comments:
Posting Komentar
Terima-kasih atas partisipasi anda